Bali

IB Ngurah Wijaya Tuangkan Potret Kehidupan dan Keliling di 79 Negara Lewat Dua Buah Buku

DENPASAR, iBaliNews.Com – Tokoh sekaligus Praktisi Pariwisata Bali Ida Bagus Ngurah Wijaya menuangkan cerita kehidupan dan potret perjalanan panjangnya mengelilingi 79 negara lewat dua buah buku yang akan diluncurkan pada jumat, 11 September 2026 di Istana Taman Jepun Denpasar.

Dua buah buku tersebut masing – masing berjudul MENEMBUS HORIZON : Memoar IB Ngurah Wijaya dan WORLD SOLO RIDE:Dari Bali, Membawa Merah Putih Menjelajah Dunia.

Buku Menembus Horizon merupakan buku yang merekam perjalanan lintas generasi keluarganya, masa kecil, pendidikan, pengalaman di luar negeri, perjalanan di dunia perhotelan dan pariwisata, persahabatan, kehidupan sebagai Konsul Kehormatan, hingga berbagai peristiwa yang membentuk dirinya.

Di dalam buku tersebut juga tersimpan potongan sejarah mengenai Sanur, Segara Village Hotel, serta perkembangan pariwisata Bali yang dilihat melalui perjalanan pribadi dan keluarga.

dua buah buku Ida Bagus Ngurah Wijaya. dok : ibalinews.com

“Dalam buku ini ada garis besarnya mengenai perjalanan hidup saya ini, dari sejak sekolah sampai saya berhenti. Dan yang saya tekankan dalam buku ini adalah testimoninya yang banyak. Karena selama perjalanan saya ini, banyak yang teman-teman yang berinteraksi dengan saya. Jadi ya apa yang saya ceritakan itu ada fact-nya gitu dia, ada saksi-saksinya. Tidak hanya ngarang gitu aja ya.” Beber Ngurah Wijaya dalam sesi Press Conference di Segara Village Sanur, Kamis (10/09/2026).

Lebih dari sekadar biografi, Buku Menembus Horizon berbicara mengenai keluarga, keberanian, persahabatan, perubahan zaman, serta sebuah legacy yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Nah, agak berbeda dengan banyak otobiografi, ini biografi dengan testimoni. Jadi memang banyak fokusnya kepada testimoni, karena mereka pun mendapat dampak dari apa yang pernah saya kerjakan bersama-sama mereka.” Ungkapnya.

Baca Juga:  ITDC Kembali Berstatus Persero, Siap Percepat Pengembangan Destinasi Pariwisata Kelas Dunia

Kemudian dalam buku World Solo Ride memperlihatkan sisi lain Ida Bagus Ngurah Wijaya yang merupakan seorang petualang
memilih untuk terus bergerak dan menjelajah dunia, bahkan ketika banyak orang seusianya mulai menikmati masa pensiun.

Yang membuat perjalanan ini istimewa, Ngurah Wijaya menjelajah berbagai negara dengan sepeda motornya sendiri yang tetap membawa pelat nomor DK dari Bali, ditemani bendera Merah Putih Indonesia sepanjang perjalanan.

“Di buku ini tuh ada sekitar 2.000 foto yang saya buat, belum termasuk video-videonya. Dan tempat Gusti (fotografer) yang mau compile ini foto-fotonya, Dia mau compile, tadinya buku ini tebalnya 700 halaman. Saya bilang jangan, entar orang baca tuh susah. Udah turunin aja, bagaimana cara nyeleksi foto-foto ini lagi ya. Akhirnya 500 halaman” Kata Ngurah Wijaya.

Dari Bali, perjalanan tersebut membawanya melintasi berbagai negara, medan, budaya, dan kondisi yang sangat berbeda dari panasnya gurun Namibia, jalan-jalan menantang di Norwegia, hingga perjalanan panjang lintas negara dan benua.

“buku ini tercipta dilatarbelakangi dari begitu saya selesai pekerjaan saya semuanya. saya mulai memikirkan ngapain saya sekarang. Saya masih 67 atau 68 tahun, saya masih bisa ngapain. Ya mungkin karena saya banyak berolahraga dari kecil ya, dan sport itu merupakan bagian daripada kehidupan saya. Jadi saya ada pikiran waktul itu untuk keliling Indonesia dengan naik kapal. kalau di laut itu ya paling tidak harus ada dua orang, gantian kan? Kalau biar dapat tidur lah ya. Satu bangun dan satu lagi tidur, kalau bangun satu lagi tidur gitu. Jadi ya enggak ada teman yang saya ajak, akhirnya saya pikir-pikir kenapa saya enggak coba bermotor gitu.” Terang pria yang juga owner Segara Village Sanur ini.

Baca Juga:  Hadiri HUT STT Tengah Gulingan Desa Gulingan, Adi Arnawa Serahkan Bantuan 20 Juta

Di usia 69 tahun, Ia terlebih dahulu mengelilingi Indonesia dengan sepeda motor. Memasuki usia 73 tahun, semangat petualangannya justru membawanya semakin jauh menjelajahi dunia.

Namun perjalannya harus menghadapi tantangan yang tak mudah. World Solo Ride bukan sekadar catatan mengenai motor, rute, atau berapa kilometer yang berhasil ditempuh. Di balik setiap perjalanan terdapat cerita tentang keberanian, ketahanan, kebebasan, pertemuan dengan orang-orang dari berbagai budaya, serta kemampuan menghadapi berbagai situasi tak terduga seorang diri di negeri asing.

“Jadi ya nanti saya tidak mau mengulas mengenai isi daripada buku itu, tapi yang saya ingin sampaikan nanti adalah motivasinya, pemecahan problem, persiapan, hal-hal gitu yang ini nanti bisa dicontoh sama teman-teman yang lain. jadi ya itu yang bakal saya sampaikan. Kenapa sih harus jauh-jauh naik motor, nah motivasinya. Dan itulah sebagai sebetulnya yang mau saya sampaikan. buku ini saya tujukan nanti kepada kita semua bahwa kita harus memanfaatkan hidup ini sebanyak, sebaik mungkin. Ya kasihan kalau kita sia-siakan hidup ini. Kita diciptakan oleh alam gitu ya” Terangnya.

World Solo Ride pada akhirnya menjadi cerita tentang sebuah keyakinan sederhana: usia tidak menentukan seberapa jauh seseorang masih bisa bermimpi, bergerak, dan menemukan dunia.

Generasi Kedua Segara Village Hotel Sanur

Ida Bagus Ngurah Wijaya merupakan generasi kedua di balik perjalanan Segara Village Hotel, salah satu hotel keluarga yang telah menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Sanur dan Bali selama puluhan tahun.

Perjalanannya di dunia hospitality tidak hanya dibentuk di Bali. Sejak muda, beliau menempuh pendidikan dan pengalaman di luar negeri, mulai dari Prancis hingga Swiss, mempelajari bahasa, perhotelan, pariwisata, serta mendapatkan pengalaman langsung di industri hospitality Eropa. Pengalaman tersebut kemudian dibawanya pulang ke Bali untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha keluarga, termasuk Segara Village Hotel.

Baca Juga:  Bupati Satria Ajak Semua Stakeholder  Berkolaborasi Mewujudkan Pariwisata yang Berkualitas
Jumpa Pers Ida Bagus Ngurah Wijaya bersama Awak Media, Kamis (10/09/2026)

Pada masa awal keterlibatannya, Segara Village masih merupakan hotel keluarga dengan skala yang relatif kecil. Dengan pengalaman internasional yang dimilikinya, Ida Bagus Ngurah Wijaya mulai memperkuat pengelolaan hotel secara lebih profesional dan sistematis, tanpa meninggalkan karakter, budaya, dan nilai kekeluargaan Bali yang menjadi akar Segara Village.

Perjalanannya kemudian berkembang jauh melampaui bisnis hotel. Beliau menjadi salah satu figur yang aktif dalam perkembangan dan promosi pariwisata Bali. Salah satu bagian penting dari kiprahnya adalah keterlibatan dalam Bali Tourism Board (BTB), yang berdiri pada tahun 2000 sebagai wadah kolaborasi berbagai asosiasi pariwisata Bali.

Sebagai Chairman Bali Tourism Board, beliau turut mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, masyarakat, dan media dalam membangun serta mempromosikan Bali sebagai destinasi internasional.

Perannya semakin penting ketika pariwisata Bali menghadapi masa-masa sulit, khususnya setelah Bom Bali I dan II. Di tengah turunnya kepercayaan wisatawan internasional, beliau aktif berkomunikasi dengan media nasional maupun internasional dan ikut menyampaikan pesan bahwa Bali tetap memiliki kekuatan untuk bangkit.

Kedekatannya dengan media membuat beliau dikenal sebagai salah satu “media darling” pariwisata Bali, menggunakan perhatian publik bukan sekadar untuk membangun popularitas, tetapi untuk membantu mengembalikan kepercayaan terhadap Bali.

Namun, perjalanan Ida Bagus Ngurah Wijaya tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun. Semangat eksplorasinya justru membawanya memasuki babak baru dalam hidup. Di usia 69 tahun, beliau melakukan perjalanan sepeda motor mengelilingi Indonesia. Di usia 73 tahun, petualangannya telah membawanya melintasi berbagai belahan dunia termasuk gurun Namibia,
jalan-jalan ekstrem di Norwegia, serta perjalanan lintas negara dan benua dengan sepeda motor.

Baginya, usia bukan alasan untuk berhenti belajar, bergerak, ataupun menjelajah. (Ib1/Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *