Lifestyle

Syrco BASÈ Evolusikan Tasting Menu Andalannya, Hadirkan Yang Terbaik Di Setiap Sajian

BALI, iBaliNews.Com –  Syrco BASÈ, destinasi kuliner inovatif di Ubud yang didirikan oleh Chef Syrco Bakker, memperkenalkan evolusi menu terbaru di KU culinary atelier, Syrco BASÈ Restaurant, dan Syrco BASÈ Bar. Sebelum mendirikan Syrco BASÈ, Chef Syrco memimpin Pure C di Belanda sebagai Executive Chef dari 2010 hingga 2023 dan berhasil meraih dua bintang Michelin untuk restoran tersebut.

‎Peluncuran ini menandai langkah berikutnya dalam perjalanan Syrco BASÈ menghadirkan pengalaman kuliner yang berani, beragam, dan dengan bangga mengangkat kekayaan Indonesia sejak pertama kali dibuka pada Januari 2024.

‎Menu terbaru ini merupakan evolusi dari filosofi yang sejak awal menjadi bagian penting dalam perjalanan Chef Syrco: Traceability, Nature, dan Transparency. Setelah dua setengah tahun perjalanan Syrco BASÈ yang dengan cepat berkembang menjadi salah satu destinasi kuliner terkemuka di Indonesia, tim terus mendalami nilai-nilai tersebut dengan memberikan perhatian lebih besar kepada produsen independen dan bahan-bahan lokal, sekaligus membuka lebih banyak ruang untuk menceritakan kisah di balik setiap bahan.

‎“Menu-menu ini mencerminkan perjalanan kami yang terus berkembang dalam menemukan cara untuk mengekspresikan diri melalui makanan, cita rasa, dan keseluruhan pengalaman bersantap,” ujar Chef Syrco.

‎“Ketika pertama kali buka, kami masih mencari cara untuk mengekspresikan Indonesia melalui makanan kami,” tambahnya. “Kini, kami memahami bahan-bahan yang kami gunakan dan orang-orang di baliknya dengan jauh lebih baik. Pemahaman tersebut mengubah cara kami memasak.” Ujar Chef Lagi.

KU Culinary Atelier: Menyelami Jiwa Bali Lebih Dalam

‎KU culinary atelier, yang dipimpin oleh Chef Syrco bersama Chef Dawid Koszykowsi, merupakan venue unggulan Syrco BASÈ sekaligus ruang bersantap yang menawarkan pengalaman lebih personal dan eksklusif, dengan hanya 12 kursi. Di sini, menu yang telah berevolusi terdiri dari 11 hidangan, yang masing-masing disebut sebagai sebuah “moment”.

‎Setiap hidangan disiapkan dan ditata di dapur terbuka yang berada tepat di hadapan para tamu. Dengan posisi dapur yang sedikit lebih rendah dari area tempat duduk, para tamu dapat menyaksikan langsung proses di balik setiap hidangan sekaligus menikmati interaksi yang lebih dekat dengan para chef.

‎Berasal dari Polandia, Chef Dawid telah bekerja di sejumlah restoran berbintang Michelin sebelum datang ke Bali. Bersama Chef Syrco, ia bekerja erat dengan seluruh tim KU, produsen lokal, serta tim kebun Syrco BASÈ untuk menciptakan menu yang setiap komponennya merefleksikan bahan-bahan terbaik sesuai musim.

‎Perjalanan kuliner di KU memadukan berbagai bahan yang jarang ditemukan dalam satu sajian, dengan empat hidangan yang menggambarkan luasnya eksplorasi tersebut. Catch of Oka memadukan ikan tangkapan lokal dengan algues dan oyster yang diperoleh langsung dari Oka, seorang nelayan asal Jimbaran.

‎Setiap pagi, Oka mengirimkan foto hasil tangkapannya dan tim dapur memilih ikan yang akan digunakan berdasarkan hasil tangkapan hari itu, alih-alih meminta jenis ikan tertentu. “Oka adalah contoh sempurna dari arti traceability bagi kami. Kami pun mengenalnya, memahami cara ia bekerja, dan menyesuaikan diri dengan apa yang ia tangkap. Hubungan seperti ini jauh lebih menarik bagi kami dibandingkan menuntut jenis ikan yang sama setiap hari,” ujar Chef Syrco.

‎Shrimp moment hadir dengan marigold, tarragon, dan ayam; sementara Hamachi, ikan amberjack Jepang yang dikenal akan teksturnya yang kaya dan lembut, dipadukan dengan jambu air dan seledri. Hidangan Land & Garden menyatukan tomat, kopi Kintamani, dan berbagai herba dari kebun.

‎Sebagai penutup, hidangan pencuci mulut mempertemukan cita rasa klasik Indonesia, klepon dan rujak, dengan kejutan berupa praline sambal matah. Setiap moment menghubungkan warisan kuliner Bali dengan teknik kontemporer.

‎Ekspresi yang Semakin Disempurnakan
‎Di Syrco BASÈ Restaurant, struktur dan fondasi utama tasting menu tersebut tetap terasa familiar bagi para tamu yang pernah berkunjung sebelumnya. Evolusi terbesarnya terletak pada penyempurnaan dalam persiapan, eksekusi, dan cara setiap hidangan diekspresikan.

‎Beberapa hidangan mengedepankan kesederhanaan dengan intervensi seminimal mungkin, sementara hidangan lainnya membutuhkan teknik yang lebih kompleks. Namun, semuanya dirancang dengan satu tujuan: membiarkan bahan utama menjadi pusat perhatian.

‎Pengalaman bersantap dimulai dengan tiga hidangan pembuka berukuran kecil: tartelette yang lembut; tartare udang dengan daun shiso dan sambal merah aromatik yang dilapisi aroma serai, daun jeruk purut, dan kecombrang; serta hidangan jagung BBQ yang terinspirasi dari jagung bakar yang kerap dijumpai di sepanjang pantai Bali, menyeimbangkan rasa manis alami dengan keasaman asam jawa dan sentuhan lembut cabai.

‎Para tamu kemudian beralih ke rangkaian hidangan pembuka yang disajikan untuk dinikmati bersama. Oka’s Catch, yang membawa hubungan harian dengan perairan Jimbaran seperti halnya di KU, disajikan dengan algues dan mentimun. Oyster menghadirkan kerang segar dari Lombok yang dipadukan dengan fennel, calamansi, dan kemangi.

‎Hidangan tomat dari menu PURE milik restoran disajikan bersama hamachi dengan sayuran akar, vinaigrette, jambu air lokal, dan lidah buaya. Crayfish dari Nusa Dua dengan cuka dan jus, serta Farm Chicken dengan bumbu hitam, jamur, dan salak melengkapi rangkaian hidangan untuk dinikmati bersama, kemudian dilanjutkan dengan spiny lobster dari Jimbaran yang dipadukan dengan labu Jepang dalam sajian chawanmushi.

“Setiap bahan dipilih secara cermat bukan hanya berdasarkan kualitasnya, tetapi juga ketertelusurannya, sehingga kami dapat memberikan apresiasi kepada para produsen dan artisan yang memungkinkan setiap hidangan ini tercipta.” Kata Chef Syrco

Lebih Dalam Terhubung dengan Kebun

Baca Juga:  Putri Koster Ingatkan Ancaman Masa Depan Endek Bali : 83 Persen Yang Beredar di Pasaran Berasal Dari Luar Bali
Dari kiri ke kanan : Catch of Oka dan Shrimp (Tartalette) dari KU


‎Kebun Syrco BASÈ terus memainkan peran yang semakin penting di dapur. Kelapa serta beragam jenis bunga, herba, dan buah dipanen langsung dari area kebun. Seiring dengan berkembangnya kebun tersebut, tim dapat memperoleh semakin banyak bahan untuk menu langsung dari properti Syrco BASÈ, memperkuat hubungan antara apa yang tersaji di atas piring dengan tanah tempat bahan tersebut berasal.

‎Bersamaan dengan tasting menu terbaru, Syrco BASÈ Bar juga memperkenalkan menu yang telah diperbarui, dengan inspirasi dari beragam bahan Indonesia, cita rasa lokal, serta semangat menikmati makanan dan minuman bersama yang menjadi karakter utama ruang tersebut. Beberapa menu unggulan antara lain beef steak tartare yang dipadukan dengan focaccia dan saus rendang, serta taro rosti yang disajikan bersama ayam betutu dan kecombrang.

‎“Tujuannya adalah agar setiap hidangan dapat berbicara dengan sendirinya, mengekspresikan kualitas bahan sekaligus filosofi yang ada di baliknya,” ujar Chef Syrco.

Tentang Syrco BASÈ

‎Diluncurkan pada Januari 2024 di Ubud, Bali, Syrco BASÈ merupakan culinary hub pionir yang didirikan oleh chef peraih dua Michelin stars, Chef Syrco Bakker, bersama tim multikultural yang terdiri dari para profesional kuliner, sommelier, mixologist, arsitek, seniman, dan desainer. Menandai pertama kalinya seorang chef peraih dua Michelin stars mendirikan restoran di Indonesia, Syrco BASÈ merayakan kekayaan bahan pangan Nusantara, tradisi kuliner, para artisan, petani, dan nelayan — sekaligus akar budaya Indonesia milik Chef Syrco — melalui pengalaman yang dipandu oleh prinsip Traceability, Nature, dan Transparency.

‎Melalui dialog berkelanjutan dengan para produsen dan supplier, setiap proses dalam rantai pasok dijalankan berdasarkan nilai kejujuran, integritas, dan rasa hormat. Sejak dibuka, Syrco BASÈ telah menerima berbagai pengakuan nasional dan internasional, termasuk masuk dalam daftar 20 restoran terbaik di Bali versi Traveller, meraih Gold distinction pada PRESTIGE Gourmet Awards Indonesia selama dua tahun berturut-turut, serta terpilih dalam daftar “20 Best Restaurants 2026” versi ‎Tatler Dining Indonesia. (Ril / iB2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *