Bali

Jaga Stabilitas Pariwisata, DPRD Badung Minta Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan

MANGUPURA, iBaliNews.Com – Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana mendorong pemerintah melalui dinas kesehatan untuk melakukan penguatan pelayanan kesehatan melalui pengawasan secara intensif guna mengatisipasi pencegahan penyebaran virus Zika. 

Menurutnya, Pencegahan sangat penting mengingat Badung sebagai destinasi pariwisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

“Pencegahan yang kita harapkan ya. Jadi titik-titik imigrasi, istilahnya kayak di bandara, dan tempat-tempat pelabuhan yang adanya nanti interaksi wisatawan, nah ini kan salah satunya kemungkinan dari dari luar juga. Nah inilah perlu adanya standby pelayanan kesehatan di titik-titik tersebut, ya.” Kata Graha usai raker bersama RSUD Mangusada, rabu (26/08/2026) di Gedung DPRD Badung.

Baca Juga:  ACT! Project dan Eco Tourism Bali Jalin Kolaborasi Strategis Empat Tahun untuk Mendorong Regenerative Tourism di Bali

Politisi asal Kuta ini mengingatkan agar jangan sampai timbul kepanikan terhadap isu tersebut, mengingat pariwisata sangat sensitif terhadap isu dan stabilitas. 

Dikhawatirkannya, isu tersebut dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian di Kabupaten Badung.

“Jadi ya satu sisi ya kita wajib melakukan sosialisasi, tetapi jangan sampai itu menjadikan kepanikan, ya. Karena bagaimanapun juga pariwisata itu tergantung dengan stabilitas. Tidak hanya stabilitas politik, tapi stabilitas ekonomi. Kalau kita terlalu khawatir, nanti takutnya ini akan mempengaruhi terhadap stabilitas ekonomi kita. Tapi ya perlulah kita melakukan sosialisasi, pengawasan, dan lain sebagainya.” Pungkas Graha.

Baca Juga:  Menteri PU Setujui  Pembangun Infrastruktur Strategis di Bali, Salah Satunya Gedung Parkir Kawasan Pura Batur

Sementara Direktur Utama RSUD Mangusada, dr. I Wayan Darta menyampaikan Pihak rumah sakit telah membentuk Tim Gerak Cepat khusus untuk merespons potensi masuknya virus tersebut ke wilayah Badung.

​”Kami sudah membentuk tim gerak cepat untuk penanganan virus Zika. Meskipun saat ini belum ada kasus yang masuk, kami sudah mengantisipasinya dengan menyusun SOP dan kesiapan tim,” ujar dr. Wayan Darta.

Baca Juga:  Resiliensi Pariwisata Bali: “Meneropong Kerangka World Economic Forum untuk Masa Depan yang Tangguh”

​Tim khusus tersebut berkekuatan sekitar 20 personel yang melibatkan berbagai disiplin medis. Para anggota tim dibagi ke dalam beberapa divisi vital, mulai dari tim dokter spesialis penyakit dalam (internis), pelayanan medis, laboratorium, spesialis jantung, hingga ketersediaan obat-obatan di bagian farmasi.​Selain kesiapan personel, RSD Mangusada juga telah menyiagakan sarana prasarana pendukung penanganan pasien. Sebanyak lima ruangan isolasi telah disiapkan, yang tersebar di area Unit Gawat Darurat (UGD) serta ruangan perawatan khusus.  (iB1/ Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *