Lifestyle

Hatten Wines Memperkenalkan AVARA, Babak Baru Dalam 32 Tahun Perjalanan Pembuatan Wine di Indonesia

BALI, iBaliNews.Com — Setelah lebih dari tiga dekade mengembangkan wine di iklim tropis, Hatten Wines memperkenalkan Avara, koleksi wine premium yang lahir dari pengalaman, riset, dan eksplorasi panjang terhadap potensi perkebunan anggur di Bali.

Didirikan oleh Ida Bagus Rai Budarsa pada tahun 1994, Hatten Wines berawal dari sebuah pertanyaan sederhana: Mengapa Bali tidak memiliki wine sendiri? Saat itu, iklim tropis masih dianggap kurang ideal untuk menghasilkan wine berkualitas. Namun, keyakinan terhadap potensi Bali mendorong Hatten untuk mengambil langkah yang belum banyak dilakukan di Indonesia: mengembangkan perkebunan anggur dan memproduksi wine dengan karakter yang berakar pada lingkungan tropis.

Selama 32 tahun, perjalanan tersebut diwarnai berbagai eksperimen dan penemuan. Mulai dari pengembangan varietas anggur lokal Bali, pengenalan varietas internasional, hingga penerapan teknik budidaya dan pembuatan wine yang disesuaikan dengan kondisi alam setempat. Kini, pengalaman dan pengetahuan yang terkumpul selama bertahun-tahun menjadi landasan lahirnya Avara.

“Ketika kami memulai Hatten Wines pada tahun 1994, kami ingin membuktikan bahwa Bali mampu menghasilkan wine-nya sendiri. Tiga puluh dua tahun kemudian, ambisi kami berkembang melampaui Bali. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghasilkan wine dengan identitas, karakter, dan keunikan asal-usulnya sendiri,” ujat Ida Bagus Rai Budarsa, Founder & President Director, PT Hatten Bali Tbk

Baca Juga:  Dukung Gaya Hidup Sehat, Four Points by Sheraton Bali Kuta Gelar "Sunrise Fun Run"

Terinspirasi oleh lanskap Bali Utara, dengan puncak pegunungan, perbukitan vulkanis, dan hembusan angin laut, Avara dikembangkan melalui riset dan pengembangan intensif di perkebunan anggur Hatten. Sebanyak 34 varietas anggur dievaluasi untuk menemukan varietas yang paling sesuai dengan kondisi iklim tropis Bali. Dari proses tersebut, dua varietas internasional dan dua varietas warisan lokal Bali terpilih untuk menjadi bagian dari koleksi Avara.

Perhatian terhadap kualitas dimulai sejak di perkebunan. Untuk produksi Avara, Hatten mendedikasikan delapan hektare lahan terbaiknya di Sanggalangit, Bali Utara. Di area ini, pola panen dilakukan satu kali dalam setahun, berbeda dari pola panen reguler yang berlangsung tiga kali setahun. Pendekatan ini memungkinkan seleksi buah anggur yang lebih terarah dan proses produksi yang lebih terfokus.

Setiap wine dalam koleksi Avara memiliki proses pengolahan dan pematangan yang disesuaikan dengan karakter masing-masing. Beberapa di antaranya melibatkan pemetikan dan seleksi anggur secara manual, pengepresan selektif, fermentasi dalam tong, hingga pematangan dalam waktu panjang. Prestige Cuvée, misalnya, menjalani aging dalam endapanb ragi (lees) selama minimal dua tahun, termasuk proses riddling dan disgorgement secara manual. Sementara itu, Syrah melalui pematangan selama 18 bulan sebelum dilanjutkan dengan pematangan di dalam botol. Untuk Grand Solera dan XO, proses pematangannya berlangsung selama sepuluh tahun.

Baca Juga:  Syrco BASÈ Evolusikan Tasting Menu Andalannya, Hadirkan Yang Terbaik Di Setiap Sajian

Dengan jumlah produksi terbatas, setiap ekspresi Avara mencerminkan perhatian terhadap pemilihan bahan, keterampilan dalam proses pembuatan, serta waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan karakter wine yang diinginkan.

Alih-alih mengikuti karakter wilayah wine yang telah lebih dahulu dikenal, Avara justru mengeksplorasi apa yang membuat Bali berbeda. Iklim tropis, kondisi perkebunan, dan varietas anggur yang dipilih menjadi bagian dari karakter yang membentuk setiap wine.

James Kalleske, Head Winemaker Hatten Winery, menjelaskan bahwa pengembangan Avara memberikan kesempatan untuk menggali lebih jauh potensi perkebunan anggur Bali sekaligus menerapkan pendekatan pembuatan wine yang lebih mendalam.

“Avara dibangun dari seluruh pengetahuan dan pengalaman yang kami peroleh selama bertahun-tahun bekerja dengan perkebunan anggur di Bali. Koleksi ini memberi kami kesempatan untuk mengeksplorasi varietas tertentu, lokasi perkebunan, serta teknik pembuatan wine secara lebih mendalam, tanpa meninggalkan karakter lingkungan tropis tempat anggur tersebut tumbuh. Bagi saya, Avara adalah tentang membawa pengetahuan tersebut lebih jauh dan menampilkan sisi lain dari potensi yang dapat dihasilkan Bali,” kata James Kalleske, Head Winemaker, Hatten Winery

Baca Juga:  Nasi Campoer Djaman Doeloe, Menghidupkan Kenangan Lewat Sepiring Hidangan Sarat Cerita

Sejak debutnya, Avara juga telah memperoleh pengakuan di sejumlah kompetisi wine dan spirits internasional. Dalam ajang China Wine & Spirits Awards (CWSA) 2025, produk-produk Avara berhasil meraih penghargaan. Avara Grand Solera memperoleh Double Gold; Avara Chenin Blanc 2023 dan Avara Syrah 2023 meraih Gold; sementara Avara Prestige Cuvée dan Avara XO memperoleh Silver.

Pengakuan lainnya datang dari AWC Vienna 2025, di mana Avara Grand Solera meraih Gold Medal sekaligus Trophy untuk kategori Best Fortified Wine of the Show. Avara Chenin Blanc 2023 dan Avara Prestige Cuvée juga menerima Seal of Approval. Pada tahun 2026, Avara XO kembali memperoleh Silver Medal dalam ajang Asia World Spirits Competition 2026.

Bagi Hatten Wines, peluncuran Avara bukan sekadar penambahan koleksi baru, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang dalam mengembangkan wine yang tumbuh dan diproduksi di Bali. Dengan memadukan pengalaman puluhan tahun, eksplorasi varietas, dan pendekatan pembuatan wine yang terus berkembang, Avara menghadirkan perspektif baru tentang potensi wine premium Indonesia.

Avara kini tersedia di The Cellardoor Bali, The Cellardoor Jakarta, serta sejumlah gerai pilihan di berbagai wilayah Indonesia.  (Ril / ib2)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *