Dari Ajang Talkshow Labdanation Fashion Week III,Industri Tekstil Wajib Terapkan Integritas dan Kolaborasi untuk Kuasai Pasar Global
BALI, iBaliNews.Com — Industri tekstil nasional didorong untuk terus meningkatkan integritas, etika, serta kolaborasi demi menembus dan bersaing di pasar global. Hal tersebut mengemuka dalam talkshow Labdanation Fashion Week III, Rabu (28/10/2026) di Sira Village Kawasan Kura – Kura Bali Denpasar.
Talkshow mengenai strategi pengembangan industri tekstil yang dihadiri oleh para pelaku industri dan pemangku kepentingan terkait.
Direktur Operasional PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, S.E., A.Md., M.Kom., menegaskan bahwa integritas dan etika bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus dijalankan industri untuk memasuki pasar global.
”Pasar sekarang dan masyarakat butuh kejujuran terhadap apa yang kita hasilkan. Integritas itu mencakup regulasi yang kita ikuti, serta menyampaikan segala proses produksi secara transparan dan terbuka,” ujar Wijaya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam iklim bisnis saat ini, paradigma persaingan yang saling mematikan sudah harus ditinggalkan. Menurutnya, era modern menuntut pelaku industri untuk mengedepankan etika berkolaborasi dan bersinergi, mengingat tidak ada satu industri pun yang dapat menguasai seluruh bidang secara mandiri.
Senada dengan hal tersebut, GM Testex, Pipit Fitriyani Hayati, menyoroti pentingnya pemenuhan persyaratan global (global market requirement) yang kini semakin ketat. Sertifikasi memegang peranan vital sebagai bentuk pembuktian komitmen mutu, keamanan bahan baku, hingga proses produksi yang ramah lingkungan.
”Sertifikasi ini bukan hanya sekadar branding atau klaim bahwa produk kita berkualitas tinggi, melainkan bentuk komitmen jangka panjang. Jika dari awal persyaratan pasar global diabaikan, maka komitmen dalam produksi sehari-hari juga tidak akan terbangun,” ungkap Pipit.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil Kementerian Perindustrian RI, Agung Eko Pawoko, menyampaikan dukungannya terhadap penerapan standar mutu dan manajemen yang baik di sektor industri tekstil. Pihaknya terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar rantai pasok industri dalam negeri memenuhi standar kualitas, efisiensi, dan keamanan informasi yang diakui secara global.
Dengan penerapan standar kualitas, sertifikasi internasional, serta komitmen terhadap etika bisnis dan keberlanjutan lingkungan termasuk pengolahan limbah yang baik industri tekstil Indonesia dinilai semakin siap dan optimis dalam menghadapi tantangan serta peluang di rantai pasok global. (iB1/Lan)





