Coral Breeze Studio Sukses Gelar Pertunjukan Tarian Dalam Air “The Greatest Showcase” di Bali
GIANYAR, iBaliNews.Com– Coral Breeze Studio menggebrak dunia seni pertunjukan Indonesia melalui sebuah pagelaran yang tidak biasa. Bertajuk “The Greatest Showcase”, Komunitas Sekolah Tari dalam air tersebut sukses menyelenggarakan pementasan tarian dalam air (underwater dance performance) yang memadukan keindahan gerak akuatik, harmoni spektakuler, pada Senin (29/06/2026).
Melibatkan total 32 peserta, Penampilan para penari (mermaid) di acara yang berlangsung di Varuna, Kawasan Bali Safari and Marine Park Gianyar Bali ini memukau dan membius penonton yang hadir.
Berbeda dengan pertunjukan tari di atas panggung konvensional, pementasan “The Greatest Showcase” ini menuntut para penari untuk memiliki kemampuan menahan napas (breath-holding) yang luar biasa sekaligus menjaga keanggunan gerakan di dalam air.
Dengan balutan kostum yang dirancang khusus agar tetap megah di dalam air, para penari bergerak selaras mengikuti alunan musik epik. Koreografi yang dihadirkan tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menceritakan tentang hubungan manusia dengan kelestarian ekosistem air.
Founder and Owner Coral Breeze Studio, Sylvia Tina Tanu Raharja menyampaikan Pementasan ini merupakan kolaborasi pertama dengan Varuna yang dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, pementasan biasanya dilakukan di Jakarta.

“ini adalah pertama kalinya Coral Breeze Studio untuk bekerja sama dengan Varuna Bali. Ya, dan so far untuk saat ini prosesnya berjalan lancar. Kerja sama kita juga berlangsung juga lumayan lama dan terus kita bisa menyelenggarakan showcase di tempat ini. Jadi bukan hanya satu kali, tapi kita bisa terus menyelenggarakannya di Varuna Bali” Ujar Sylvia ditemui sebelum pertunjukan.
Lebih lanjut Sylvia menjelaskan alasan dipilihnya Bali sebagai lokasi pertunjukan setelah Jakarta karena mermaid yang hadir tidak hanya yang lokal namun juga-mermaid Internasional. “mengapa memilih Bali? Ya, karena ini yang datang bukan hanya lokal, tapi juga ada internasional. Nah, orang-orang internasional itu, welcome to Bali dan mereka bisa menikmati Bali, menikmati Marine Safari juga dan juga Varuna. Nah, dari sini mereka datang dari ada yang dari Hongkong, ada yang dari Singapura, ada yang dari Taiwan, juga ada yang dari Jepang. Ya, dan kemarin sempat Korea dia mau datang bulan Oktober, dan Filipina mau datang bulan September”. Beber wanita yang ramah senyum ini.
Inspirasi Kreativitas Tanpa Batas
Ide atau gagasan menghadirkan pertunjukan tarian dalam air ini berawal dari keinginan Sylvia Tina untuk menciptakan kreasi pementasan tanpa harus ada batasan tertentu. Menurutnya, setiap orang mempunya keunikan dan bakat tersendiri yang diyakini mampu untuk berkarya.
“jadi teman-teman saya dunia mermaid ini pengen show. tapi sometimes untuk kita perform itu ada batas usia, batas bentuk tubuh, ukuran berat badan, tinggi badan, dan sebagainya. Maka di situlah saya menginginkan kita harus bisa show tanpa gender, tanpa harus kurus gitu, tanpa melihat siapa pun kamu, bentuk badan kamu, ataupun kamu kegendutan atau kekurusan, ataupun kurang tinggi atau kurang pendek, ya seperti apa pun kamu apa adanya, sebenarnya kamu adalah bagus, kan. Kamu adalah beauty. Jadi, special in you gitu. Dan bahkan kalau diperhatikan di show-nya kita, itu ada orang yang bekas operasi pinggul. Ya, dan ada juga orang yang bekas dia sakit polio, lalu dia enggak bisa jalan. dia di situ perform dengan indahnya menjadi mermaid gitu. Jadi seorang performer itu enggak harus terbatas kamu harus perfect dalam bentuk badan. Nah, di sinilah makanya saya ingin menciptakan tempat untuk kita berkarya, supaya mereka bisa menunjukkan apa adanya mereka. Jadi siapapun itu bisa berkreativitas tanpa batasan” Ungkat Sylvia.
Bukan Sekadar Berenang Biasa, Ciptakan Gaya Berenang Mermaid
Seiring dengan berkembangnya gerak tari dari pertunjukan ini, tercipta suatu bentuk gaya yang bukan sekadar berenang biasa.
Kembali Sylvia mengatakan gerak berenang yang dilakukan mermaid bukan gaya bebas biasa, melainkan gaya mermaid.
Dibeberkannya gaya tersebut berpotensi menjadi cabang olahraga baru di Indonesia, sebab di Luar Negeri, gaya tersebut telah menjadi cabor dan dikompetisikan.
“Ini bukan gaya berenang yang bebas, tapi ini gaya berenang yang mermaid. Nah, dia akan wave. Body wave-nya naik ke atas, turun ke bawah, naik ke atas, turun ke bawah, dan itu adalah satu gaya renang. Ini adalah seperti calon olahraga baru di Indonesia. Kalau di luar negeri, ini sudah menjadi cabor (cabang olahraga) dan juga ada kompetisinya” Ungkapnya dengan penuh semangat.
Visi Besar Coral Breeze Studio Di Masa Depan
Coral Breeze Studio pada juni 2026 merayakan hari jadinya yang pertama. Meski masih tergolong baru dalam dunia Pentas seni dalam air, Coral Breeze Studio memiliki sejumlah visi besar yang menjadi target pencapaian di masa depan.
Sylvia mengungkapkan beberapa yang menjadi rencana kedepan dari lembaga yang ia pimpin seperti menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih besar, pusat edukasi tentang aktivitas mermaiding, mengadakan pementasan di seluruh Indonesia dan yang paling besar kedepan harapannya memiliku kolam aquarium sendiri.

“Untuk ke depannya sebenarnya saya ingin sekali Coral Breeze Studio ini bisa menjadi tempat buat membuka lapangan pekerjaan. Jadi orang-orang yang memang suka untuk jadi instruktur, sebenarnya bisa join dengan Coral Breeze Studio dan mereka bisa mengajarkan. Setelah mengajar, apa yang mereka dapatkan? Penghasilan, benar kan?
juga tempat untuk membuat edukasi anak-anak ini. Nah, ke depannya mungkin banyak orang yang masih belum tahu, “Emang mermaid ada ya?” gitu”. Ungkap Sylvia penuh harap.
“Ke depannya juga pengen ada bikin event selain di Bali, nanti aku akan rencananya bikin event juga di kota lain. Jadi tunggu aja di kota lainnya. dan juga kerja sama dengan akuarium yang lain ya, supaya mermaid-mermaid bisa performer juga di sana, bisa menunjukkan showcase-nya mereka juga. Someday, Coral Breeze Studio itu akan punya akuarium sendiri. Doakan lancar. Suatu saat nanti harapannya kita yang paling besar adalah kita memiliki akuarium sendiri supaya semua bisa berlatih di situlah”. Ungkapnya lagi.
Melalui suksesnya acara ini, Coral Breeze Studio berharap dapat terus mendorong batas kreativitas seni pertunjukan di Indonesia sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keindahan laut tanah air.
Tentang Coral Breeze Studio
Coral Brezze Studio adalah sekolah yang melatih dan mengajar tarian dalam air di Indonesia. Berdiri sejak satu tahun yang lalu, Coral Brezee Studio kini memilki sejumlah instruktur (pengajar) profesional. Coral Breeze Studio memiliki bagian yang lain yakni Coral Breeze Putri Duyung. Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di instagram @coralbreeze.studio dan @coralbreeze.putriduyung
(ib1) Editor : Landep





