Siap Digelar, Mereren Fest 2026 Hadirkan Tiga Hari Penuh Budaya, Komunitas, Musik dan Pengalaman Pesisir
PERERENAN, iBaliNews.Com – Mereren Festival kembali hadir semarak event di kawasan Pererenan, Badung Bali. Mereren Festival mengungkap tampilan perdana dari program tiga harinya, yang menyatukan tradisi budaya, diskusi kreatif, musik, wellness, pengalaman kuliner, dan kolaborasi lingkungan di seluruh Pererenan.
Digelar selama tiga hari, Mereren Festival 2026 berlangsung di bawah tema tahun ini, Sasmita Samudra: The Sign of the Sea, yang mengeksplorasi kisah-kisah yang saling terhubung antara Angin (Wind), Ombak (Wave), dan Lingkungan (Neighborhood). Setiap harinya menawarkan ekspresi yang berbeda tentang Pererenan melalui tradisi budaya, percakapan bermakna, musik, seni, makanan, dan pengalaman komunitas bersama. Rencananya, Festival ini resmi dibuka pada hari Jumat, 21 Agustus 2026 di bawah payung WIND – “Where the journey begins.” Pagi hari dimulai dengan Festival Kick-off & Rise Run Anniversary, menyatukan komunitas melalui aktivitas fisik sebelum program budaya dan kreatif hari itu dimulai.
Edisi perdana BICARA Talks #1, “Following the Tide: Through the Frame,” mengeksplorasi bagaimana pariwisata Bali telah berevolusi selama beberapa dekade, dan bagaimana komunitas, kreativitas, serta hospitality telah membentuk destinasi-destinasi baru di pulau ini.
Menampilkan Gung Ama dan Dr. Bayu Pramana Ssn., Msn., percakapan ini menyoroti lanskap dan identitas Bali yang terus berubah, berujung pada karakter unik Pererenan saat ini serta kisah-kisah yang terus membentuk evolusinya.
Director Event Mereren Festival 2026 sekaligus General Manager Noema Pererenan, Ricky Tanza menegaskan bahwa ada sejumlah event yang digelar Mereren Fest 2026. “Jadi ada banyak beberapa event yang akan kita lakukan di dua tempat ini. Yang pertama, ada opening ceremony nanti akan kita lakukan di pantai, ya. Itu ada beberapa, kita berkolaborasi dengan beberapa artis, ya, dan juga akan ada layangan showcase yang akan kita pajang selama 3 hari”. Ujar Ricky.
Lebih lanjut, Ricky menjelaskan selain seremonial pembukaan, juga ada kegiatan spesial dinner di rooftop dengan hiasan layang-layang.
“akan ada acara juga di Noema sendiri, yaitu Dinner Under the Kite, ya. Yang di mana Dinner Under the Kite itu suatu special dinner yang kita lakukan di rooftop kita di lantai atas. Itu ada hiasan layang-layang dan untuk dinner-nya itu atau makan malamnya itu akan di-host oleh Chef Dom Trepicalia, ya. Jadi Chef Dom Trepicalia akan melakukan takeover kitchen di kita, dengan ada beberapa menu yang akan dipersembahkan untuk tamu-tamu kita. Yaitu kurang lebih sekitar 70 orang, ya. Jadi ada berapa undangan yang dari media, influencer, dan ada berapa undangan khusus dari beberapa tamu kita yang ikut dalam dinner tersebut” Ujar Ricky lagi.
Ditengah gelaran event tersebut nantinya mulai siang hari, pengunjung dapat menjelajahi Pasar Pererenan bersama Diwagraya dan menikmati suasana festival dengan Wax in the Lobby: Arrival Sounds, yang menampilkan Archie. Menjelang matahari terbenam, Mereren Festival akan resmi dibuka melalui Opening Ceremony: The Wind Awakens, menampilkan Bumi Bajra, Bale Ganjur, dan penerbangan layang-layang simbolis (First Flight) oleh Kadek Armika.
Kemudian Malam hari memuncak dengan Dinner Under the Kite: The Sky Feast, sebuah pengalaman bersantap di ruang terbuka yang dikurasi oleh Chef Dom Tropical, diiringi penampilan dari Orasare dan Lamented Laughter, serta sesi live painting oleh Sastia Naresvari di bawah langit Pererenan.
selanjutnya Pada hari Sabtu, 22 Agustus, festival beralih ke tema WAVE – “Move with the rhythm.” Hari dimulai dengan Sunrise Meditation bersama The Path, mengajak para tamu untuk kembali terhubung dengan alam sekitar sebelum melanjutkan berbagai pengalaman festival sepanjang hari.
Edisi kedua, BICARA Talks #2, “Beyond Waste: Creating Tomorrow Together,” mengeksplorasi bagaimana keberlanjutan dapat menjadi gaya hidup sehari-hari dengan mengintegrasikan
pemikiran sirkular ke dalam inisiatif hospitality, desain, bisnis, dan komunitas. Percakapan ini mempertemukan Fabian Peri dari su-re.co, Rony “Onik” Rahardian dari Rebellionik, dan Seven Clean Seas, memberikan perspektif tentang bagaimana keberlanjutan dapat bergerak lebih dari sekadar konsep menjadi tindakan nyata sehari-hari.
Sepanjang hari, Pasar Pererenan bersama FLOYD menyatukan energi kreatif dari lingkungan sekitar, sementara Wax in the Lobby: Vinyl Afternoon bersama ZOOT membawa ritme musik hingga malam hari.
Saat malam tiba, salah satu sorotan musik utama festival ini mengambil alih panggung melalui Live at Mamaloma: Coastlines After Dark, yang diisi oleh penampil musik elektronik asal Prancis yang diakui secara internasional, Télépopmusik, bergabung bersama FAKTTA dan ZOOT untuk menghadirkan malam yang dipenuhi suara elektronik dan suasana pesisir Pererenan.
Di luar program utama, festival tiga hari ini juga akan mengajak para tamu untuk menemukan Pererenan melalui Kite Festival & Showcase, yang dikurasi oleh Kadek Armika & kawan-kawan, menampilkan lokakarya pembuatan layang-layang di pantai untuk merayakan seni dan warisan budaya layang-layang Bali. Program ini juga mencakup Kompetisi Layang-layang pada tanggal 23 Agustus, bekerja sama dengan MMS (Mah Mah Super Pererenan), sebuah komunitas layang-layang lokal yang mengakar di lingkungan tersebut.
Program ini berlanjut dengan serangkaian lokakarya budaya dan kreatif di seluruh Noema Hub dan area pantai di bawah payung program: Cultural Lab, yang menawarkan pengalaman langsung mulai dari pembuatan dupa, pembuatan pola batik tradisional, pembuatan sabun alami, upcycling, pembuatan jam tangan, melukis tanah liat berlapis kaca (glazed clay), cyanotype, fotografi pinhole, kelas tari, hingga pengalaman wellness. Bersama-sama, kegiatan ini mengundang pengunjung untuk belajar, mencipta, dan terhubung dengan tradisi, kreativitas, serta praktik sehari-hari yang membentuk lingkungan tersebut.
Program budaya berlanjut dengan pertunjukan seni spesial oleh Putu Septa Ă— Wayang Lemah, diikuti oleh Wax in the Lobby: Last Spin bersama Marvel. Menjelang malam, festival akan berkumpul untuk Closing Ceremony: The Wind Returns Home, menampilkan Pengumuman Kompetisi Layang-layang dan Kecak Api, menutup perjalanan Angin, Ombak, dan Lingkungan dengan sempurna.
Perayaan kemudian berlanjut ke Smokin’ Sunday at Paparempa: One Last Sunset, menampilkan Paparempa’s Yard BBQ Social, sebuah kumpul komunitas santai yang berpusat pada hidangan lezat, berbagi meja bersama, dan energi hari Minggu sore. Pengalaman ini akan diiringi oleh musik dari HOPE Records, FAKTTA, dan Greybox, menyatukan makanan, musik,dan komunitas untuk satu perayaan terakhir sebelum akhir pekan festival berakhir.
Di luar area utama festival, Mereren Passport mengundang pengunjung untuk menjelajahi mitra lingkungan yang berpartisipasi di seluruh wilayah Pererenan, termasuk Shelter, Fuego, dan 7AM/7PM, mendorong para tamu untuk menemukan pilihan bersantap, gaya hidup, dan ruang kreatif lokal yang membuat lingkungan ini unik.
Menambah penawaran kreatif festival, Noema Resort Pererenan juga akan meresmikan House of Noema (HON), toko terkurasi dan ruang kreatif pertamanya. Dirancang sebagai wadah untuk penemuan dan pertukaran kreatif, HON menghadirkan pilihan objek, produk, dan kolaborasi yang dikurasi dengan mencerminkan semangat kreatif Noema serta koneksinya dengan komunitas yang lebih luas. Ruang ini akan dibuka pada minggu yang sama selama Mereren Festival, menciptakan destinasi baru bagi para tamu dan lingkungan sekitar untuk menjelajah, terhubung, dan menemukan hal-hal baru sepanjang akhir pekan festival.
Memperluas undangan ini untuk melihat Pererenan melalui kacamata personal, kompetisi fotografi “Through the Eyes of Pererenan” akan berlangsung dari 21–25 Agustus 2026, terbuka untuk seluruh peserta festival. Para tamu diundang untuk mengabadikan momen-momen yang membuat lingkungan ini terasa spesial; mulai dari orang-orang yang mereka temui dan tradisi yang mereka saksikan, hingga angin, ombak, dan segala hal di antaranya. Komitmen festival terhadap lingkungan sekitar berlanjut melampaui akhir pekan penutupan dengan aksi Bersih-bersih Jalan & Pantai Lingkungan (Neighborhood Street & Beach Clean-Up) pada tanggal 24 Agustus 2026, menyatukan Seven Clean Seas, Bintang Beer, dan kolaborator lingkungan untuk merawat jalanan dan garis pantai Pererenan. Inisiatif ini mencerminkan keyakinan Mereren bahwa merayakan sebuah tempat juga berarti ikut bertanggung jawab atasnya.
Sementara Director Of Brand & Marketing Noema Resort Pererenan, Arcky Aldwi Yanri Menjelaskan makna dari Mereren yang menjadi ikon kalimat festival tersebut. Dijabarkannya, mereren memiliki arti berhenti sejenak dimana festival ini mengajak untuk istrihata sejenak dari hingar bingarnya aktivitas.” Sebenarnya itu ya. Jadi karena “Mereren” itu adalah sebenarnya kata dasarnya dari pererenan, yang artinya adalah berhenti sejenak. ​Jadi di tengah hingar-bingar yang terjadi di dunia ini dan di Bali ini sekarang, kita juga mengajak teman-teman lokal, teman-teman dari mancanegara untuk kita slow down dulu kali ya tahun ini. Jadi kita juga berharap untuk Mereren Fest bisa berbagi kesempatan untuk berhenti sejenak, menikmati apa yang ada, dan juga punya chill dan sampai akhirnya bisa memulai lagi kehidupan seperti sediakala” Ujar Yanri.
Dijelaskannya, terdapat sesuatu yang berbeda gelaran Mereren Festival 2026 dengan sebelumnya. Salah satunya yakni Mereren Pasport dan House of Noema.
“Perbedaan tahun 2025 sama 2026 itu di tahun 2026 ada Mereren Passport. Which is itu kita mengajak teman-teman tetangga kita untuk ada berkecimpung di Mereren Passport dan jadi bagian dari Mereren Fest, yaitu dengan berhenti sejenak dulu. Apa yang bisa kamu kasih juga untuk teman-teman kita yang datang ke Mereren Fest?” Yaitu dengan special promotion, special discount yang bagi pemegang Mereren Passport.​Dan yang kedua, kita juga akan buka House of Noema. Jadi House of Noema itu adalah retail store kita. Pertama kali buka tahun ini, posisinya ada di dalam Noema Resort Pererenan” Jelas Yanri.
Sorotan Festival
Hari Ke-1 | Jumat, 21 Agustus
WIND — “Where the journey begins.”
â—Ź Festival Kick-off & Rise Run Anniversary
â—Ź BICARA Talks #1: Following the Tide: Through the Frame bersama Gung Ama & Dr. Bayu Pramana Ssn., Msn.
â—Ź Pasar Pererenan with Diwagraya
â—Ź Wax in the Lobby: Arrival Sounds with Archie
â—Ź Opening Ceremony: The Wind Awakens featuring Bumi Bajra, Bale Ganjur & First Flight by Kadek Armika
â—Ź Dinner Under the Kite: The Sky Feast with Chef Dom Tropical, Orasare, Lamented Laughter & Live Painting by Sastia Naresvari
Hari Ke-2 | Sabtu, 22 Agustus
WAVE — “Move with the rhythm.”
â—Ź Sunrise Meditation with The Path
â—Ź BICARA Talks #2: Beyond Waste: Creating Tomorrow Together bersama Fabian Peri, Rony “Onik” Rahardian & Seven Clean Seas
â—Ź Pasar Pererenan with FLOYD
â—Ź Wax in the Lobby: Vinyl Afternoon with ZOOT
● Live at Mamaloma: Coastlines After Dark featuring Télépopmusik, FAKTTA & ZOOT
Hari Ke-3 | Minggu, 23 Agustus
NEIGHBORHOOD — “Celebrate together.”
â—Ź Pasar Pererenan with HOPE Records
â—Ź Special Art Performance: Putu Septa Ă— Wayang Lemah
â—Ź Wax in the Lobby: Last Spin with Marvel
â—Ź Closing Ceremony: The Wind Returns Home featuring Kite Competition Announcement & Kecak Api
â—Ź Smokin’ Sunday at Paparempa: One Last Sunset with HOPE Records, FAKTTA & Greybox Sepanjang Festival
â—Ź Mereren Passport Activation across participating neighborhood partners.
â—Ź Pasar Pererenan, curated local brands, makers, artists at Paparempa.
â—Ź Signs of the Sea Art Exhibition | Mereren Art Space
● Photography Competition: Through the Eyes of Pererenan | 21–25 August 2026
â—Ź Post-Festival Beach Clean-Up | 24 August 2026 with Seven Clean Seas, Bintang Beer &
eighborhood collaborators
Tentang Mereren Festival
Mereren Festival adalah festival budaya berbasis komunitas yang merayakan warisan,kreativitas, dan semangat pesisir Pererenan. Melalui program budaya, ekspresi artistik, kolaborasi lokal, dan partisipasi komunitas, festival ini bertujuan untuk memperkuat hubungan antara masyarakat, tempat, dan laut sekaligus memperkenalkan identitas unik Pererenan kepada khalayak yang lebih luas.
Untuk pertanyaan media, kunjungan, dan informasi lebih lanjut: Angelica Easterlina Marketing Communications Manager Noema Resort Pererenan M: +62 811-3831-5580 E:angel.easter@jhlcollections.com (iB1)
Editor : Delan





