UNBI Gelar Wisuda ke-8 : Luluskan 317 Mahasiswa, 100 Persen Kompeten
DENPASAR,iBaliNews.Com — Universitas Bali Internasional (UNBI) sukses menggelar upacara wisuda yang ke-8 dengan meluluskan sebanyak 317 orang lulusan, pada senin (02/11/2026) di Bali Beach Convention The Meru Sanur Denpasar
Rektor UNBI, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM mengungkapkan rasa bangganya karena perhelatan tahun ini mencatatkan sejarah baru bagi institusi.
”Ini adalah wisuda yang kedelapan dari Universitas Bali Internasional karena kita mengadakan setiap tahun, dan kita meluluskan 317 orang,” ujar Prof. Made Bakta dalam keterangannya usai acara wisuda.
Hal yang istimewa pada wisuda kali ini adalah keberhasilan UNBI dalam meluluskan mahasiswa asing untuk pertama kalinya, yang terdiri dari dua orang mahasiswa asal Nigeria dan satu orang dari Timor Leste. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata peningkatan kualitas dan jangkauan internasional institusi.
Selain itu, Prof. Bakta menyampaikan kabar baik terkait Uji Kompetensi bagi Program Studi Fisioterapi (Profesi) dan Apoteker (Profesi) yang berhasil mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen.
”Ujiannya di pusat, bukan ujian di daerah. Ini menandakan bahwa standar kualitas pendidikan kita cukup bagus, tinggal naikkan jenjang saja,” tambahnya. Pihak universitas juga menargetkan operasional program studi dokter dapat segera berjalan pada November mendatang.
Kepada para wisudawan, Prof. Made Bakta berpesan agar mereka tidak berhenti belajar setelah lulus. Ia mendorong para alumni untuk terus mengembangkan ilmu demi memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Komitmen Yayasan: Dorong Peningkatan SDM dan Fasilitas Kampus
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd.,CHT,CHA menegaskan komitmen penuh pihak yayasan dalam mendukung kemajuan sarana, prasarana, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan UNBI.
”Kami dari yayasan mendorong apapun yang menjadi kebutuhan institusi dalam rangka proses belajar mengajar dan pengembangan institusi itu sendiri,” kata I Nyoman Gede Astina.
Dari sisi SDM, yayasan terus mendorong peningkatan kualifikasi dosen dari jenjang S2 ke S3, dengan target minimal 50 persen dosen berkualifikasi doktor serta memiliki jabatan fungsional guru besar (profesor). Di bidang sarana dan prasarana, yayasan telah menyiapkan kelengkapan fasilitas laboratorium terpadu, khususnya untuk mendukung Program Studi S-1 Kedokteran dan Profesi Kedokteran yang baru saja memperoleh izin operasional.
Ketua Yayasan juga menekankan pentingnya membangun jejaring (networking) luas, baik di tingkat nasional maupun internasional—seperti dengan negara Timor Leste, Cina, Korea, Selandia Baru, hingga Australia—guna membuka peluang kerja bagi para lulusan.
”Pesan kami kepada para wisudawanan dan wisudawati, terus belajar, terus tingkatkan kompetensi Anda, baik hard skill maupun soft skill, serta jaga sikap (attitude) yang baik agar mampu bersaing dan sukses di dunia kerja,” pungkasnya. (iB1/Lan)





