Pendidikan

Dosen dan Mahasiswa Akuntansi UNHI Hadirkan Inovasi Akuntansi Adat untuk Perkuat Tata Kelola BUPDA Kembang Sri Sedana

TABANAN,iBaliNews.Com – Program Studi Akuntansi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar melaksanakan program Proyek Desa di Desa Adat Dadia, wilayah Desa Dinas Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Program ini merupakan bentuk pembelajaran lapangan yang mempertemukan dosen dan mahasiswa untuk mengembangkan inovasi produk yang mampu menjawab permasalahan nyata masyarakat, khususnya dalam penguatan tata kelola kelembagaan dan perekonomian desa adat.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. I Putu Fery Karyada bersama enam mahasiswa Program Studi Akuntansi, yakni Ni Made Ayu Citra Parwati, Ni Komang Sopi Antari, I Nyoman Gede Sukarata, Putu Gde Guntur Anjasmara Putra, Kadek Ayu Dwi Cahyani, dan Ni Kadek Dwi Puspita Dewi, melaksanakan program bertajuk “Penguatan Tata Kelola Keuangan BUPDA Kembang Sri Sedana melalui Penyusunan Modul Pencatatan Keuangan dan Akuntansi Adat.”

Program ini berfokus pada penyediaan perangkat pencatatan keuangan yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan Baga Usaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) Kembang Sri Sedana. Luaran yang dihasilkan berupa modul pencatatan keuangan dan dokumen pendukung yang dapat digunakan sebagai pedoman sekaligus template dalam pelaksanaan administrasi keuangan BUPDA.

Selain menghasilkan inovasi di bidang tata kelola keuangan, mahasiswa juga menyusun video profil yang mengangkat potensi ekonomi sumber air panas di wilayah Desa Adat Dadia. Video tersebut diharapkan menjadi media promosi untuk memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi desa berbasis sumber daya yang dimiliki.

Baca Juga:  Rektor UNHI Ajak Pengusaha Hindu Berkontribusi Pada Lembaga Pendidikan
Pembelajaran lapangan rogram Studi Akuntansi Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar di Desa Adat Dadia, wilayah Desa Dinas Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

Bendesa Adat Dadia, I Wayan Kartika, S.T., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program Proyek Desa yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi desa adat, khususnya BUPDA Kembang Sri Sedana. Menurutnya, dokumen dan modul yang diserahkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan praktik sekaligus template dalam proses pencatatan dan pelaporan keuangan BUPDA.

Ia berharap kerja sama antara UNHI dan Desa Adat Dadia dapat terus berlanjut, tidak hanya melalui kegiatan Proyek Desa, tetapi juga melalui pendampingan berkelanjutan dalam penguatan tata kelola desa adat dan pengembangan perekonomian desa adat.

Harapan serupa disampaikan Kepala BUPDA Kembang Sri Sedana, I Nyoman Suka Yasa, S.E. Ia mengungkapkan bahwa perangkat pencatatan keuangan yang diberikan sangat membantu pengelola BUPDA dalam mengatasi kendala administrasi yang selama ini dihadapi.

“Selama ini, kami melakukan pencatatan secara sangat manual dengan membuat format sendiri menggunakan penggaris di kertas kosong. Setiap kali akan melakukan pencatatan, kami harus membuat kembali templatenya. Dengan adanya dokumen yang diberikan, pekerjaan kami menjadi lebih efisien dan tampilan laporan juga lebih rapi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gencarkan Program KEJAR OJK, BPD Bali Undiknas Rector Cup Literasi Kalangan Pelajar dan Mahasiswa

Ia menjelaskan bahwa saat ini BUPDA belum sepenuhnya siap menerapkan sistem pencatatan berbasis teknologi informasi karena keterbatasan fasilitas. Meskipun demikian, dokumen dan modul yang diberikan sudah sangat membantu kebutuhan operasional BUPDA.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi yang dibutuhkan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang kompleks. Penyediaan dokumen pencatatan yang sederhana, terstruktur, dan sesuai dengan kondisi mitra justru dapat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun tata kelola keuangan yang lebih baik.

Tidak hanya menyerahkan modul dan dokumen pencatatan keuangan, tim juga memperkenalkan tata cara pencatatan akuntansi adat yang dapat diterapkan dalam pengelolaan BUPDA. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pemahaman bahwa akuntansi tidak semata-mata merupakan aktivitas teknis pencatatan transaksi, tetapi juga dapat dikembangkan agar selaras dengan nilai, tujuan, dan karakteristik kelembagaan desa adat.

Dr. I Putu Fery Karyada, dosen Program Studi Akuntansi UNHI yang juga merupakan bagian dari Tim Pengembangan Akuntansi Adat Bali, menjelaskan bahwa BUPDA merupakan lembaga usaha milik desa adat yang dibangun berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal, terutama Tri Hita Karana dan Sad Kerthi. Oleh karena itu, sistem akuntansi yang digunakan idealnya tidak hanya berorientasi pada pengukuran kinerja finansial, tetapi juga mampu mencerminkan ideologi dan tujuan keberadaan lembaga tersebut.

Baca Juga:  Akademisi Muda UNHI Tanggapi Polemik Nyepi : Sebaiknya Lakukan Kajian dari Berbagai Sudut Pandang

Menurutnya, keberhasilan BUPDA tidak cukup dinilai hanya dari besarnya laba atau rugi yang dihasilkan. Sebagai lembaga usaha yang berakar pada nilai-nilai adat Bali, BUPDA juga perlu memperhatikan manfaat yang dihasilkan bagi kehidupan ekonomi, religius, sosial, dan budaya masyarakat desa adat.

“Orientasi akhir BUPDA bukan semata-mata mengukur laba atau rugi, melainkan mengukur Labda, yaitu manfaat yang mampu dihasilkan bagi masyarakat, baik dalam dimensi ekonomi, religius, sosial, maupun budaya. Akuntansi adat dikembangkan untuk mengakomodasi proses tersebut sehingga kontribusi BUPDA dapat dipahami secara lebih menyeluruh,” jelasnya.

Pelaksanaan Proyek Desa di Desa Adat Dadia menunjukkan bagaimana pembelajaran di perguruan tinggi dapat dihubungkan secara langsung dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa, proses pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas, tetapi dilanjutkan dengan identifikasi masalah, penyusunan solusi, pengembangan produk, dan pengenalan penerapannya kepada mitra. UNHI Denpasar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang berdampak, dengan menjadikan keilmuan akuntansi sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan penguatan kelembagaan ekonomi desa adat.(Ril / ib1)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *