PendidikanSeni Budaya

Buka Utsawa Bali Sani XI 2026, Menbud Fadli Zon Apresiasi Konsistensi UNHI Dalam Memajukan Kebudayaan

DENPASAR,iBaliNews.Com — Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, membuka ajang seni dan kebudayaan Utsawa Bali Sani XI yang diselenggarakan Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Kamis (24/09/2026) di Jaba Pura  Maha Widya Mandhira Kampus UNHI.

Gelaran kebudayaan Utsawa Bali Sani kembali dilaksanakan setelah sempat vakum selama enam tahun akibat pandemi COVID-19.  

​Dalam keterangannya kepada media, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNHI atas konsistensi kampus dalam menjaga, memelihara, serta memajukan seni dan kebudayaan, baik skala regional Bali maupun nasional.  

​”Saya hadir bersama Pak Rektor  dan sivitas akademika UNHI dalam rangka Utsawa Bali Sani ke-11. Kita sangat senang karena UNHI merupakan universitas Hindu tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak 63 tahun lalu, tepatnya tahun 1963,” ujar Fadli Zon.  

​Fadli Zon menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai wadah institusionalisasi warisan budaya, baik warisan budaya benda (tangible) maupun takbenda (intangible). Ia menyoroti keunggulan spesifik yang dimiliki UNHI, khususnya pada bidang pengetahuan tradisional Ayurweda.

Baca Juga:  Raih Gelar Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan UNHI, Tjok Ibah Sebut Upacara Yadnya Sebagai Yoga Kolektif 

​”UNHI memiliki spesifikasi yang khas, seperti pengobatan tradisional dan Ayurweda. Ini merupakan bagian dari pengetahuan tradisional yang menjadi objek pemajuan kebudayaan. Ke depan, kita dari Kementerian Kebudayaan tentu siap berkolaborasi dan bersinergi,” jelasnya.  

​Ajang Utsawa Bali Sani XI sendiri menampilkan beragam seni pertunjukan, seperti pencak silat, seni tari, pameran seni rupa, hingga pameran koleksi manuskrip lontar. Menurut Fadli Zon, kegiatan semacam ini sangat efektif dalam menghidupkan ekosistem kebudayaan di lingkungan mahasiswa dan perguruan tinggi.  

​Ketika ditanya mengenai bentuk dukungan konkrit pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan terhadap perguruan tinggi keagamaan dan kebudayaan, Fadli Zon menjelaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.  

​”Secara kelembagaan dan institusi, perguruan tinggi berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kementerdikti/Saintek). Namun secara substansi pemajuan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan hadir untuk memberikan dukungan, fasilitasi, serta sinergi program, festival, maupun kegiatan kebudayaan lainnya,” pungkasnya.  

Baca Juga:  Gelar Pasukan Calon Paskibraka Dan Paskibra Se-Kabupaten Badung

Rektor UNHI, Cokorda Gde Bayu Putra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menbud Fadli dalam UBS 2026. Cok Bayu juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas berbagai program prioritas seperti revitalisasi cagar budaya, museum, repatriasi benda budaya, hingga pendanaan bagi para pelaku seni. Apresiasi senada turut disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali serta Pemerintah Kabupaten/Kota di Bali atas komitmen menjaga kelestarian adat, seni, dan agama Hindu.  

Dijelaskannya, ​Festival seni yang pertama kali digagas pada tahun 2010 oleh Rektor UNHI terdahulu, Prof. Dr. Ir. Ida Bagus Gede Yudha Triguna, M.S., ini menjadi ruang perjumpaan antara kegairahan ilmiah dan ekspresi kebudayaan.  

​”Utsawa Bali Sani merupakan penawaran lompatan paradigma berkesenian. Seni bukan sekadar hiburan atau komoditas pasar, melainkan ekspresi pemuliaan dan pengabdian melalui kerja ikhlas yang kita sebut ngayah,” terang Rektor UNHI. 

Baca Juga:  Rektor UNHI Ajak Pengusaha Hindu Berkontribusi Pada Lembaga Pendidikan

Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Kol. Purn. Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H.  menekankan makna mendalam di balik tema Utsawa Bali Sani XI 2026, yaitu “Praba Niti Widya Sani Prawartana”. Tema ini mengandung pesan bahwasanya pengembangan ilmu pengetahuan dan kesenian tidak dapat dipisahkan satu sama lain.  

“Tema Utsawa Bali Sani XI dimaknai sebagai semangat bersama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan seni. Keduanya bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Pengembangan pengetahuan dan kesenian memerlukan keterlibatan serta kerja sama erat dari seluruh lapisan masyarakat.” tegasnya.

​Diharapkan melalui penyelenggaraan Utsawa Bali Sani ini, kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dapat terus ditingkatkan demi menjaga kelestarian warisan budaya bangsa.  (iB1/ Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *