Bali Visual Healing Diluncurkan, Hadirkan Perspektif Baru dalam Pengalaman Wellness
SANUR, iBaliNews.Com – Bali Visual Healing resmi diluncurkan pada Rabu, 30 September 2026, di Sudamala Resort Sanur, Bali. Inisiatif ini memperkenalkan pendekatan baru dalam pengalaman wellness dengan menggunakan visual sebagai sarana untuk refleksi, kesadaran diri, dan kesejahteraan pribadi.
Acara peluncuran dihadiri oleh 15 pemangku kepentingan dari berbagai hotel, venue, dan perusahaan di Bali. Para peserta berkesempatan merasakan secara langsung bagaimana gambar dan proses refleksi dapat menjadi bagian dari pengalaman wellness yang lebih personal dan bermakna.
Bali telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wellness terkemuka, dengan beragam pengalaman seperti melukat, yoga, meditasi, pernapasan, dan penyembuhan melalui suara. Kehadiran Bali Visual Healing bukan untuk menggantikan berbagai praktik yang telah berkembang, melainkan untuk menambahkan pilihan dan perspektif baru dalam pengalaman wellness di Bali.
“Bali sudah memiliki begitu banyak bentuk wellness yang indah. Pertanyaannya bukan apa yang kurang, tetapi apa lagi yang bisa kita tambahkan,” ujar Amelia Hirawan, salah satu penggagas Bali Visual Healing.
Menurut Amelia, setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk terhubung dengan dirinya sendiri. Sebagian menemukan ketenangan melalui suara, gerakan, alam, atau ritual. Bali Visual Healing menawarkan kemungkinan lain melalui kekuatan visual.
Ketika Melihat Menjadi Sebuah Proses Refleksi
Dalam sesi peluncuran, para peserta diajak menggunakan gambar sebagai titik awal untuk berhenti sejenak, mengamati, merasakan, dan melakukan refleksi.
Satu gambar dapat memunculkan pengalaman yang berbeda bagi setiap orang. Sebuah visual dapat mengingatkan seseorang pada sebuah kenangan, memunculkan emosi tertentu, atau membuka sudut pandang yang sebelumnya belum disadari.
Melalui proses yang dipandu, peserta diberikan ruang untuk mengeksplorasi apa yang muncul dari pilihan dan interpretasi mereka sendiri.
Tidak ada jawaban yang benar atau salah.
Pendekatan ini menempatkan pengalaman pribadi peserta sebagai bagian utama dari proses.
“Terkadang wellness bukan tentang menemukan sesuatu yang benar-benar baru. Bisa jadi, wellness adalah ketika kita melihat sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita dengan cara yang baru,” kata Amelia.
Membuka Ruang Baru dalam Ekosistem Wellness Bali
Peluncuran ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pendekatan tersebut kepada para pelaku industri hospitality dan wellness di Bali.
Kehadiran 20 pemangku kepentingan dari berbagai hotel, venue, dan perusahaan menjadi langkah awal untuk membuka kemungkinan kolaborasi serta pengembangan pengalaman wellness yang lebih reflektif dan personal.
Bali Visual Healing membawa gagasan sederhana bahwa pengalaman wellness dapat hadir melalui berbagai pintu.
Melihat dengan cara yang berbeda.
Merefleksikan dengan cara yang berbeda.
Mengalami wellness dengan cara yang berbeda.
Tentang Bali Visual Healing
Bali Visual Healing adalah sebuah pengalaman wellness yang menggunakan visual, refleksi terpandu, dan percakapan terarah sebagai sarana untuk membantu peserta berhenti sejenak, mengeksplorasi pengalaman pribadi, dan kembali terhubung dengan diri sendiri.
Program ini dikembangkan untuk memperkaya pilihan pengalaman wellness di Bali melalui pendekatan yang reflektif, personal, dan mudah diakses. (Ril / ib1)





