Umat Hindu di Luwu Utara Gelar Ngaben Massal Diikuti 20 Sawo Ageng dan 11 Sawo Alit
MASAMBA, iBaliNews.Com – Umat Hindu di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menggelar upacara suci Pitra Yadnya atau Ngaben Massal pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Upacara sakral ini dipusatkan di Adat Lokasari – Desa Cendana Putih II – Kapidi, dan berlangsung dengan khidmat serta penuh kebersamaan.
Berdasarkan data panitia, upacara dengan tingkatan Madyaning Utama ini diikuti oleh 20 Sawo Ageng (jenazah dewasa) serta 11 Sawo Alit yang terdiri atas upacara nglangkir dan ngelungah.
Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Cendana Putih II/Kapidi, I Ketut Sanjaya, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tidak hanya datang dari warga setempat.
”Selain dari lingkup adat Lokasari sebanyak 15 sawo, terdapat pula 5 sawo yang berasal dari luar wilayah,” ujar Ketut Sanjaya dalam keterangannya.
Rincian sawo luar tersebut meliputi 1 sawo dari Desa Subur, 2 sawo dari Desa Mina, 1 sawo dari Desa Cendana Putih I, hingga peserta dari luar provinsi yakni Desa Meko, Sulawesi Tengah.
Selain itu, tercatat sebanyak 11 Sawo Alit berjejer di sisi timur, yang terdiri atas 10 status ngelangkir dan 1 status ngelungah.
Pelaksanaan Ngaben Massal tahun 2026 ini mengusung tema luhur berdasarkan ajaran Tri Parartha, yang menekankan pada nilai-nilai asih (kasih sayang), punia (keikhlasan berbagi), dan bakti.
Menariknya, seluruh pembiayaan upacara ini bersumber murni dari kontribusi swadaya para peserta tanpa ada paksaan. Panitia bertindak murni sebagai pengelola atas kesepakatan bersama seluruh krama adat.
”Melalui konsep punia, pemosong dari krama adat kali ini melibatkan seluruh elemen—baik yang memiliki sawo maupun tidak—guna saling membantu. Seluruh komponen mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan, dilibatkan langsung menyukseskan karya ini,” tambah Ketut Sanjaya.
Upacara keagamaan ini dipimpin langsung oleh Sulinggih, Ida Pandita Mpu Purwa Daksa Santi Dharma dari Griya Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamaju. Panitia turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Ida Sulinggih serta Jero Mangku Pandi dari Sukadamai yang telah banyak membantu penyediaan sarana upakara dan uparengga jauh hari sebelum hari puncak acara.
Rangkaian upacara Pitra Yadnya ini telah dimulai pada 5 Agustus 2026 dan dijadwalkan akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan dengan melibatkan partisipasi aktif seluruh Krama Adat Lokasari.
“Panitia adalah Krama Adat Lokasari, laki-laki dan perempuan, seluruhnya kami ambil panitia dari lingkup krama adat kami. Untuk menyukseskan Pitra Yadnya ini juga melibatkan anak-anak, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan sampai usia lanjut kami libatkan pada kegiatan ini,” terangnya. (Ril / ib1)
Editor : Adi Purnama





