KulinerLifestyle

Menjelajahi Akar Sejarah Kuliner Sumatera dan India Selatan di Restoran Lamuri Bali

​DENPASAR, iBaliNews.Com — Kehadiran ragam kuliner internasional di Indonesia terus berkembang, salah satunya melalui konsep unik yang diusung oleh restoran Lamuri di kawasan Jalan Danau Tamblingan Sanur Denpasar.  Mengusung narasi sejarah perdagangan dan akulturasi budaya, restoran ini menghadirkan perpaduan cita rasa khas Sumatera dan India Selatan.

Chef Aman Lakhiani , Owner/Chef Executive, sosok di balik dapur Lamuri, menjelaskan bahwa pemilihan nama dan konsep restoran ini merujuk pada sejarah panjang hubungan antara Sumatera dan India yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu.

​”Lamuri itu adalah area yang paling ujung Sumatera, di depannya Aceh. Itu dulu gerbang India pertama masuk Indonesia,” ujar Chef Aman saat ditemui jelang Grand Opening Lamuri, kamis (22/10/2026).

​Chef Aman menegaskan bahwa menu di restoran ini bukanlah sekadar fusion atau penggabungan modern sembarangan, melainkan sebuah bentuk pelestarian sejarah kuliner masa lampau. Menurutnya, banyak teknik memasak tradisional di Indonesia seperti gulai dan penggunaan rempah kering yang akarnya dibawa dari India seiring masuknya para saudagar ke Nusantara. Sebaliknya, pengaruh kuliner Indonesia juga sempat dibawa dan diadopsi oleh masyarakat di India Selatan melalui jalur perdagangan masa lalu.

Baca Juga:  Semarapura Contest Platycerium 2026 Resmi Ditutup

​Menonjolkan Cita Rasa Otentik dan Bahan Lokal Segar

​Sebagai menu spesial andalan, Lamuri menghadirkan Kare Kambing yang dimasak menggunakan bumbu rempah khas Indonesia dipadukan dengan bahan-bahan autentik asal India. Selain itu, tersedia pula berbagai hidangan klasik seperti ayam bakar Padang, chicken 65, hingga mutton korma, yang seluruhnya menggunakan kelapa, daun kari, serta racikan rempah multi rasa khas kedua wilayah.

Baca Juga:  Perjalananan Di Balik Junsei : Chef Aman Lakhiani Tentang Arang, Vinyl, Dan Kesederhanaan Dalam Memasak

​Dalam hal bahan baku, Chef Aman dan timnya sangat selektif. Mereka mengutamakan penggunaan bahan-bahan segar lokal yang didapatkan langsung di Bali, dipadukan dengan rempah-rempah pilihan khas Sumatera dan India Selatan.

Opening Dinner Lamuri Restoran, Kamis (22/10/2026)

​Sasaran Pengunjung dan Jam Operasional

​Restoran Lamuri tidak hanya menyasar para ekspatriat dan wisatawan asing yang sudah akrab dengan kuliner India Selatan, tetapi juga masyarakat lokal Bali yang ingin menikmati pengalaman kuliner India yang berbeda dari biasanya.

​”Kita lebih berfokus untuk orang lokal datang, supaya orang lokal bisa coba masakan India yang tidak terbiasa. Kebanyakan restoran India di Indonesia itu menyajikan masakan India Utara, seperti naan dan butter chicken. Kita di sini lebih fokus ke masakan India Selatan yang pakai santan, dosa, dan banyak pakai nasi,” jelas Chef Aman.

Baca Juga:  Dari Petualangan Keluarga Hingga Liburan Mewah, Resorts World Sentosa Hadirkan Pengalaman Baru bagi Wisatawan Indonesia

​Untuk menikmati berbagai sajian khas ini, restoran Lamuri beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu (hari Senin tutup), mulai pukul 11.30 WITA hingga 22.00 WITA, dengan kapasitas total mencapai 80 orang. Di samping menu makanannya, Lamuri juga menyajikan ragam minuman tradisional otentik seperti teh masala, soda jeruk nipis dengan biji selasih, lassi (minuman dari susu asam), hingga koktail bir.

​Melalui kehadiran Lamuri, Chef Aman berharap restorannya tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati makanan lezat, tetapi juga menjadi jembatan edukasi sejarah dan budaya melalui kekayaan rasa kuliner Nusantara dan India.

​

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *