Gelar Grand Launching Fakultas Kedokteran dan Bedah Buku, UNBI Siapkan Dokter Handal Berkarakter Humanis
DENPASAR, iBaliNews.Com — Universitas Bali Internasional (UNBI) resmi menggelar Grand Launching Fakultas Kedokteran (FK) yang dirangkaikan dengan acara Bedah Buku Manajemen Perilaku karya Prof. Dr. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD,FINASIM, pada Senin, (21/09/2026) di Auditorium Kampus UNBI Jalan Seroja Denpasar. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan mulai dari pejabat, instansi pemerintah, pengusaha sektor pariwisata, hingga para kepala sekolah.
Pelaksanaan dua agenda penting tersebut merupakan bagian dari langkah strategis UNBI pasca terbitnya Surat Keputusan (SK) pendirian Fakultas Kedokteran pada 31 Agustus 2026 lalu. SK tersebut menaungi dua program studi, yakni Prodi Sarjana Kedokteran dan Prodi Profesi Dokter.
Rektor UNBI, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM, menyampaikan bahwa momentum grand launching ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan prodi baru tersebut mengingat jadwal perkuliahan yang akan segera dimulai pada bulan Oktober 2026.
“Kami mendapatkan SK pada awal September, sementara perkuliahan sudah harus dimulai Oktober. Karena waktunya cukup mepet, kami memanfaatkan momen bedah buku ini untuk mempromosikan Fakultas Kedokteran UNBI kepada para stakeholder dan masyarakat luas,” ujar Prof. I Made Bakta.
Cetak Tenaga Medis Humanis dan Berdaya Saing
Selain kesiapan fasilitas, Prof. I Made Bakta menekankan pentingnya pembentukan karakter bagi calon dokter. Mengacu pada buku “Manajemen Perilaku” karya Prof. Moda yang dibedah dalam acara tersebut, kompetensi seorang dokter tidak hanya diukur dari knowledge (pengetahuan) dan skill (keterampilan), tetapi juga attitude (perilaku).
“Seorang dokter harus memiliki sentuhan humanis saat melayani pasien. Kita ingin melatih dokter yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga ramah dan memiliki empati tinggi,” tambahnya.
Untuk mendukung proses pembelajaran, UNBI telah menyiapkan 26 tenaga pendidik berkualitas, termasuk 10 dokter spesialis. Pada angkatan pertama ini, UNBI membuka kuota sebanyak 50 mahasiswa.
Unggulkan Pencegahan HIV/AIDS di Sektor Pariwisata
Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA menjelaskan bahwa FK UNBI dirancang untuk mencetak lulusan yang mampu menjawab tantangan kesehatan lokal maupun global. Salah satu fokus keunggulannya adalah pencegahan HIV/AIDS yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata di Bali.

“FK UNBI disiapkan untuk mencetak dokter yang mampu bekerja di tingkat masyarakat, khususnya dalam pencegahan HIV/AIDS yang berhubungan dengan isu pariwisata. Ini adalah masalah riil di Bali. Harapan kami, dampak positif pariwisata bisa ditingkatkan, sementara dampak negatifnya bisa kita atasi,” terangnya.
Ia menambahkan, ke depannya target kontribusi lulusan FK UNBI tidak hanya terbatas di Bali, melainkan juga merambah ke kawasan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara hingga Papua.
Pentingnya Etika Komunikasi Bagi Tenaga Kesehatan
Penulis buku “Manajemen Perilaku”, Prof. Dr. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD,FINASIM memaparkan pentingnya etika dan komunikasi bagi tenaga kesehatan dalam acara bedah buku yang digelar di Fakultas Kedokteran (FK) UNBI tersebut. Prof. Moda menjelaskan bahwa meskipun buku ini menyasar masyarakat luas secara umum, materinya sangat relevan bagi tenaga medis yang berperan sebagai pelayan masyarakat.
Menurutnya, perilaku seseorang dipengaruhi oleh dua hal utama, yaitu kontrol internal dan kontrol eksternal. Dalam dunia kesehatan, perilaku yang baik didasari oleh empat unsur kompetensi dasar. “nilai (value) beserta etikanya merupakan fondasi kompetensi yang paling bawah, yang kemudian diikuti oleh sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skill) pada tingkatan di atasnya,” Ujar Prof Moda.
Lebih lanjut ia menyoroti bahwa komunikasi, baik verbal maupun bahasa tubuh, adalah hal pertama yang harus diperhatikan saat tenaga kesehatan berhadapan dengan pasien. Komunikasi ini sangat ditentukan oleh nilai-nilai yang dianut oleh tenaga kesehatan tersebut. Untuk membangun hubungan yang baik, Prof. Putu menyarankan pendekatan komunikasi berbasis REACH (Respect, Empati, Audible, Clarity, dan Humble).
Penjabaran prinsip REACH yang disampaikan oleh Prof. Moda yakni :
- Respect: Tenaga kesehatan harus menghargai dan memperlakukan pasien sebagaimana mereka sendiri ingin diperlakukan.
- Empati: Tenaga kesehatan harus memahami bahwa pasien datang dengan suatu masalah, sehingga harus bersikap pengertian dan tidak memarahi pasien.
- Audible: Komunikasi harus dilakukan menggunakan bahasa yang dapat didengar dan dimengerti dengan baik oleh pasien, bukan sekadar menggunakan istilah medis.
- Clarity: Penyampaian informasi mengenai kondisi atau tindakan medis harus dilakukan secara jelas.
- Humble: Tenaga kesehatan harus bersikap rendah hati dengan menerapkan 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun) serta membiasakan diri mengucapkan kata terima kasih, maaf, dan tolong.
Selain komunikasi, Prof. Putu juga menekankan pentingnya bersikap profesional dengan bekerja sesuai batas kompetensi masing-masing, baik sebagai dokter umum, spesialis, maupun konsultan. “Seorang tenaga kesehatan harus mampu menjaga kepercayaan pasien dan tidak menjadikan pasien sebagai objek, terutama objek ekonomi. Oleh karena itu, standar perilaku bagi tenaga kesehatan harus lebih tinggi dibandingkan dengan perilaku masyarakat pada umumnya,” Terang Prof. Moda.
Pemilihan FK UNBI sebagai lokasi bedah buku juga memiliki alasan khusus. Prof. Putu Moda mengungkapkan bahwa menanamkan perilaku yang baik pada institusi yang baru dibuka jauh lebih mudah daripada harus mengubah perilaku di institusi yang sistem dan kebiasaannya sudah lama terbentuk. “Saya berharap buku “Manajemen Perilaku” ini dapat menjadi bacaan wajib bagi para dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa di kampus UNBI untuk mencetak tenaga kesehatan yang bermoral dan kompeten.” Tutupnya.
Apresiasi Pemerintah Provinsi Bali
Sementara Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, S.Sos, M.H yang hadir mewakili Gubernur Bali, memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran Fakultas Kedokteran (FK) UNBI atas Grand Launching FK yang dirangkaikan dengan acara bedah buku tentang Manajemen Perilaku
Ketut Wica menyampaikan ucapan selamat kepada UNBI atas peresmian Fakultas Kedokteran tersebut. Selain itu, ia memberikan sorotan khusus pada sesi bedah buku yang dinilainya memuat nilai-nilai yang sangat luar biasa dan relevan.
Menurutnya, buku kepemimpinan yang dibedah tersebut sangat inspiratif karena kembali mengingatkan dan mengajarkan filosofi luhur Tri Hita Karana, yaitu menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
“Kalau seorang pemimpin bisa memahami isi buku ini, maka dia akan menjadi seorang pemimpin yang betul-betul dicintai oleh yang dipimpinnya,” ujar Ketut Wica.
Lebih lanjut, selaku Kepala BRIDA Bali, Ketut Wica menyampaikan harapannya agar literasi dan nilai-nilai keilmuan yang berkualitas seperti ini dapat terus diserap dan diterapkan di lingkungan pemerintahan. Ia bahkan merencanakan program tindak lanjut dengan menggandeng para akademisi dan ahli.
“Tentu hal ini sangat luar biasa. Kami dalam suatu kesempatan nanti akan mengundang beberapa pakar untuk memberikan keilmuannya kepada kami, supaya buku-buku yang bagus itu betul-betul bisa dijadikan panduan oleh ASN (Aparatur Sipil Negara) yang ada di Pemerintah Provinsi Bali,” pungkasnya. (Ib1/Lan)



