Pendidikan

IPBI dan SPB Lepas Calon Wisudawan, Bekali Lulusan Dengan Sertifikasi dan Jejaring Internasional

DENPASAR,iBaliNews.ComInstitut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) bersama Sekolah Perhotelan Bali (SPB) menggelar rangkaian acara yudisium dan pelepasan bagi ratusan calon wisudawan tahun 2026, pada rabu (16/09) dan kamis (17/09) di kampus setempat.

Kegiatan wajib ini dilaksanakan sebagai tahap akhir penyiapan mahasiswa sebelum resmi menyandang gelar kelulusan pada prosesi wisuda yang akan digelar di BNDCC Nusa Dua, pada sabtu 19 september 2026.

Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama diperuntukkan bagi mahasiswa Sekolah Perhotelan Bali (SPB) dengan jumlah sekitar 639 orang, disusul oleh mahasiswa Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) sebanyak 369 orang pada hari berikutnya.

​”Sebelum mereka melakukan wisuda, wajib hukumnya untuk melaksanakan yudisium itu sendiri. Kami dari pihak rektorat institusi maupun yayasan tentu berharap para lulusan dapat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan cita-cita dan bidang yang telah ditempuh di kampus ini. Sebab mereka sudah dinyatakan kompeten untuk bersaing di dunia kerja,” ujar I Nyoman Gede Astina.

Baca Juga:  Pembukaan MPLS Kabupaten Badung Tahun Ajaran 2025/2026 

Fasilitas Penyaluran Kerja dan Dukungan Finansial

​Untuk mendukung kesiapan kerja para lulusan, pihak yayasan telah menyiapkan berbagai wadah pendukung. Salah satunya adalah P3MI melalui PT Bali Duta Mandiri yang bertugas membantu penyaluran tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri, serta untuk penempatan kerja di darat maupun kapal pesiar.

​Tidak hanya itu, bagi alumni yang menghadapi kendala finansial saat ingin bekerja ke luar negeri atau yang ingin merambah dunia kewirausahaan (entrepreneurship), pihak yayasan menyediakan bantuan akses permodalan melalui SPB BPR.

​”Bagi anak-anak yang kesulitan dalam hal finansial, kami memiliki SPB BPR yang siap membantu mendapatkan dana keberangkatan bekerja ke luar negeri. Bantuan modal juga kami sediakan bagi mereka yang ingin berwirausaha agar bisa mewujudkan rencana bisnisnya,” tambahnya.

Inovasi Program Studi Baru dan Kerjasama Global

​Menjawab tantangan serta perkembangan industri hospitalitas yang dinamis, IPBI dan SPB terus melakukan inovasi kurikulum. Saat ini telah dibuka program baru fokus pada Bahasa Inggris dan Budaya yang dinilai sangat potensial serta dibutuhkan di industri pariwisata internasional. Selain itu, direncanakan pula program pendek (short course) di bidang Pastry and Bakery.

Baca Juga:  Puncak Final Pemilihan Duta Anak Badung Tahun 2026

Nyoman ​Gede Astina juga menegaskan komitmen institusi dalam memperluas jaringan kerja sama (MoU) dengan berbagai partner industri dan akademis, baik skala nasional maupun internasional.

​Bentuk kerja sama yang dijalankan tidak hanya menyasar mahasiswa melalui program magang (internship) luar negeri, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas pengajar melalui program pertukaran dosen (lecturer exchange) dan kolaborasi riset bersama lembaga mitra di luar negeri.

​”Langkah ini kami lakukan untuk terus meningkatkan kemampuan para dosen dan instruktur agar mampu mengimbangi perkembangan serta kebutuhan tren industri saat ini,” pungkasnya.

Sementara Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Denok Lestari, S.S.,M.Hum mengungkapkan bahwa sebagian lulusan tidak dapat hadir langsung karena telah aktif bekerja dan menjalani program magang J-1 Internship di Amerika Serikat.

​”Lulusan SPB yang saat ini dilepas belum semuanya hadir karena masih banyak yang sedang melakukan training J-1 internship di Amerika Serikat. Mereka sudah bekerja di luar negeri dan ada kemungkinan besar akan melanjutkannya di sana,” ujar Prof. Denok Lestari.

Baca Juga:  Mode Gahar Aktif! Kontingen Badung Siap Sapu Bersih Emas PORJAR Bali 2026

​Prof. Denok menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater serta berkinerja unggul di kancah internasional. Ia menjelaskan, keunggulan lulusan SPB dan IPBI terletak pada bekalan sertifikasi kompetensi, penguatan bahasa Inggris, serta jejaring industri (networking) yang kuat sejak masa perkuliahan.

​”Kelebihan lulusan SPB adalah sertifikasi kompetensi dan penguasaan bahasa Inggris yang kami perbanyak sehingga mereka lebih percaya diri. Kami juga mengadakan industrial visit serta melibatkan banyak pakar dan praktisi industri pariwisata,” jelasnya.

​Sementara untuk lulusan IPBI, selain sertifikasi kompetensi dan keahlian, para mahasiswa juga dibekali sertifikasi internasional berupa Asia Pacific Event Management (APM) yang berasal langsung dari Inggris. Sertifikasi ini diberikan sebagai pengakuan atas berbagai project event yang telah dijalankan mahasiswa selama studi.

​Melalui pembekalan komprehensif ini, IPBI dan SPB berharap para alumni dapat terus membuktikan kualitasnya sebagai SDM pariwisata yang unggul, profesional, dan berdaya saing global. (iB1/Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *