BASCOM Bekali Pelaku Industri Pariwisata Bali Pengetahuan AI Untuk Tingkatkan Visibilitas di Erak Teknologi
BALI, iBaliNews.Com – Seiring dengan semakin besarnya pengaruh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam cara wisatawan mencari destinasi, hotel, dan pengalaman perjalanan, Bali Sales & Marketing Community (BASCOMM) menyelenggarakan sesi khusus bagi industri perhotelan untuk membahas bagaimana hotel dan vila dapat meningkatkan visibilitas mereka di tengah lanskap pariwisata yang semakin didorong oleh teknologi AI.
Bertajuk “Invisible to AI: Why Your Hotel Doesn’t Exist (Yet). Let’s Fix That,” acara sehari penuh ini akan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, pukul 09.00 hingga 18.00 WITA di Discovery Kartika Plaza Hotel, Bali.
Sesi ini dirancang khusus bagi para pemimpin hotel dan vila di Bali, profesional sales dan marketing, serta praktisi perhotelan yang ingin memahami bagaimana kecerdasan buatan mengubah cara wisatawan menemukan, mengevaluasi, dan pada akhirnya memilih hotel.
Managing Director Alpha Hotel Management (AHM) sekaligus Penasihat BASCOMM, Gufron,CHA mengatakan pentingnya memahami AI didalam dunia industri saat ini khususnya hospitality industry. Dijelaskannya, dalam industri pariwisata, AI berperan membantu wisatawan dalam menentukan pemilihan akomodasi pariwisata.
“Bagi wisatawan ya tentu bagaimana akan memilih satu akomodasi pilihan, mengecek, dan sebagainya, apakah hotel tersebut sudah masuk di AI atau belum. Sehingga begitu pentingnya AI bagi dunia industri hospitality kita.” Ujar Gufron disela acara.
Lebih lanjut ia mengatakan salah satu narasumber yang dihadirkan yakni Ibu Daniel Woro Bramandari yan merupakan profesional dalam bidang AI. Nantinya narasumber tersebut akan satu experience dan technical langsung kepada delegasi atau partisipan yang ikut agar bisa masuk (Terindeks) ke AI.
“AI bermacam-macam jenis AI. Jadi mana sebenarnya yang bisa dipakai itu preferable dari masing-masing perusahaan. Ini penting sekali karena Bali majority kita masih tergantung dari dunia pariwisata, sehingga kita terus advance dibanding daerah lain di dalam menggunakan teknologi kekinian. Dan kita tentu akan mendapatkan benefit yang jauh lebih baik terhadap dunia teknologi yang kita hadapi saat ini.” Ujar Gufron lagi
Gufron menjabarkan bahwa Teknologi itu statis, tapi dinamis yang terus akan berubah dan berkembang, sehingga melalui event ini BASCOMM selalu memberikan satu hal-hal baru untuk mengikuti gerak zaman, gerak teknologi, sehingga tetap dan bisa terus menghadapi perkembangan teknologi itu sendiri.
“Dengan semakin banyaknya wisatawan yang mengandalkan platform berbasis AI dan pencarian percakapan (conversational search) untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan, visibilitas di mesin pencari tradisional dan media sosial saja mungkin tidak lagi cukup. Hotel perlu memahami bagaimana merek, konten, reputasi, dan informasi digital mereka diinterpretasikan serta ditampilkan oleh AI.” Jelasnya kepada awak media.
Soal Target dari penyelenggaraan Workshop, Gufron mengatakan semua peserta yang mengikuti acara diharapkan dapat memahami dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang AI. Diharapkannya, dengan pengetahuan yang didapat, peserta dapat mengaplikasikannya di tempat kerja masing-masing yang tujuan utamanya adalah perusahaan mendapat manfaat dari ilmu tersebut.
“Kita ini adalah Digital Marketing yang volume 4 sebenarnya. Sebelum-sebelumnya volume 1, volume 2, volume 3, dan volume 4. Nanti ada lagi ini, ada lagi volume ke-5 ya di tahun depan tentunya nanti. Ini harapannya adalah semua partisipan atau delegasi yang ikut ini akan mampu mencerna bagaimana sih mereka mendapatkan pengetahuan tentang AI itu benar-benar dipahami, sehingga dia mengaplikasikan untuk perusahaannya. sehingga apa? Perusahaan pun mendapatkan benefit, Calon wisatawan yang akan booking di hotel tersebut dengan gampang mencari referensi di AI.” Harap Gufron.
Program ini akan menghadirkan tiga sesi pembelajaran AI yang mencakup Modul 1–6, serta sesi presentasi dan tanya jawab dari STAAH, salah satu mitra pendukung acara.
Sesi AI akan dipandu oleh Danielle Woro Prabandari, Hospitality Marketing Strategist, AI Visibility Consultant, dan Direct Booking Specialist, bersama Vendy Prihayana, Head of Sales Indonesia di STAAH, sebagai salah satu sponsor acara ini.
Peserta akan mempelajari berbagai pendekatan praktis untuk meningkatkan kehadiran digital hotel mereka sekaligus memahami bagaimana AI dapat memengaruhi proses penemuan hotel, visibilitas merek, dan peluang peningkatan pemesanan langsung (direct booking).
“AI dengan cepat menjadi bagian dari perjalanan pengambilan keputusan wisatawan. Pertanyaannya bagi hotel saat ini bukan lagi sekadar apakah mereka memiliki kehadiran digital, tetapi apakah hotel mereka terlihat dan relevan ketika wisatawan meminta rekomendasi kepada AI,” ujar Putu Arisudhiana, Ketua BASCOMM (Bali Sales & Marketing Community), didampingi oleh Gufron, CHA, Managing Director Alpha Hotel Management (AHM) sekaligus Penasihat BASCOMM, saat wawancara dengan media.
Lebih lanjut, Arisudhiana mengatakan untuk mengoptimalkan fungsi AI tergantung bagaimana prompt (perintah) diberikan. semakin tepat prompt yang dimasukkan, maka keakuratan hasil juga semakin tinggi.
“AI tetap AI. Operator di balik AI adalah tetap manusia. Jadi apa pun yang kita masukkan, kalau istilahnya AI itu mereka adalah kalau kita masukkan prompt-nya benar, atau kata lain perintahnya benar, maka AI akan memberikan, saya nggak bilang 100% akurat ya, saya bilang bisa 90% akurat.” Terang Arisudhiana lagi.
Kedepan, AI akan menjadi teknologi yang sangat membantu mereka yang bekerja di Industri Pariwisata, khususnya divisi sales dan marketing. Dengan teknologi AI, pekerja dapat melakukan analisa data dan merancang strategi yang tepat untuk kemajuan perusahaan.
“Jadi sangat membantu nanti ke depannya teman-teman di sales dan marketing untuk mereka bisa melakukan pekerjaan mereka sehari-hari. Contoh untuk menganalisa data misalkan let’s say data tentang kompetitor mereka. Mereka masukkan prompt-nya dengan benar, mereka masukkan prompt-nya dengan tepat, AI akan memberikan semua data analisa. Jadi teman-teman di sales marketing itu mereka bisa maju ke manajemennya, ke GM-nya untuk melakukan strategi selanjutnya berdasarkan data-data yang mereka dapat.” Jelas nya lagi.
Meski sangat berperan dalam membantu pekerjaan manusia, AI juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti tidak mampu membedakan baik buruk atau benar dan salah. Untuk menyiasati hal itu, Ari menegaskan kontrol tetap ada pada manusia melalui perintah (prompt) yang disampaikan.
“Makanya tadi saya bilang, tergantung prompt-nya. Jadi perintah yang disampaikan ke AI akan dieksekusi sama AI. Semua data yang positif, semua data negatif itu pasti akan muncul. Tapi balik lagi, AI itu ada sistem yang bisa auto-publish. tapi kita bisa kontrol itu tidak auto-publish, artinya kita harus dicek dulu. Kita revisi dulu, kita review dulu.” Tegas Arisudhiana.
Ia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak ketergantungan kepada AI, sebab ia hanya alat bantu.
“Jadi balik lagi, kita selalu tegaskan ke teman-teman ini, AI sangat membantu pekerjaan kita untuk menjadi lebih cepat. Tapi yang kita selalu ingatkan sama teman-teman, jangan ketergantungan dengan AI. Tetap di mana pun kita sebagai manusia adalah yang punya kendali ya, untuk AI itu. Makanya saya bilang, sifatnya AI harus bisa dimaksimalkan sebagai alat bantu.” Pesan Ari.
Momentum acara workshop ini menjadi kesempatan bagi para profesional perhotelan di Bali untuk memperluas jaringan, bertukar pengetahuan, dan memperkuat hubungan antarpelaku industri melalui sesi networking, coffee break, dan makan siang bersama.
Program pembelajaran AI ini dihadiri oleh lebih dari 250 profesional pariwisata dan perhotelan, termasuk perwakilan dari hotel, vila, resor, dan penyedia layanan akomodasi.
Melalui berbagai kegiatannya, BASCOMM berkomitmen untuk menciptakan peluang bagi para profesional perhotelan dalam membangun jaringan, memperoleh pengetahuan praktis, mendapatkan inspirasi, serta tumbuh dan berkembang bersama.
Tentang BASCOMM
Bali Sales & Marketing Community (BASCOMM) adalah komunitas profesional perhotelan yang didedikasikan untuk menghubungkan para profesional sales dan marketing di industri pariwisata dan perhotelan Bali. Melalui sesi berbagi pengetahuan, workshop, networking, dan kolaborasi industri, BASCOMM menyediakan platform bagi para profesional untuk Connect, Learn, and Grow, sekaligus berkontribusi dalam membangun komunitas perhotelan Bali yang lebih kuat dan kolaboratif. (IB1/Lan)



