Raker Dengan Dinas Kebudayaan, Komisi IV DPRD Badung Bahas Pelaksanaan PKB 2026
MANGUPURA, iBaliNews.Com – Komisi IV DPRD Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama mitra kerjanya, pada rabu (22/07/2026) di ruang rapat Gosana lt 2 Sekretariat DPRD Badung.
Salah satu mitra kerja yang diundang dalam raker yakni Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung yang dihadiri Kepala Dinas, I Gede Sukadana dengan agenda pembahasan pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2026.
Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Badung, I Nyoman Graha Wicaksana dengan didampingi Wakil Ketua Komisi IV Made Suwardana, Anggota I Nyoman Sudana dan I Wayan Joni Pargawa
Usai raker, Ketua Komisi IV, Graha Wicaksana menyampaikan Raker dilakukan untuk evaluasi pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang leading sektornya di Dinas Kebudayaan.
Dijelaskannya, Pemkab Badung dalam PKB tahun 2026 menggelontorkan anggaran senilai Rp. 7 Miliar rupiah. Menurutnya, anggaran yang nilainya terbesar dari Kabupaten / Kota lainnya di Bali bukan sekadar pengeluaran, melainkan bagian dari investasi terhadap pelestarian seni dan budaya.
“Bahwa dalam pelaksanaan ini memang di Dinas Kebudayaan mengeluarkan dana sekitar, mengalokasikan dana sekitar 7 miliar. Dan kami memandang ini bukan dari segi pengeluaran, tapi ini adalah bagian dari investasi terhadap pelestarian seni dan budaya. Apabila itu memang perlu ditingkatkan ya untuk di tahun berikutnya memang silakan diajukan untuk ditingkatkan nilainya”. Ujar Graha Wicaksana.
Lebih lanjut, Politisi asal Kuta ini menjabarkan beberapa hal yang perlu diperbaki dalam pelaksanaan kegiatan PKB tahun berikutnya, seperti penunjukan perwakilan atau Duta yang lebih transparan dengan prinsip pemerataan dan seniman agar tidak rangkap pementasan sehingga memberi kesempatan kepada seniman lain dengan kualifikasi yang sama dapat tampil di PKB.
“Ini adalah bagian dari untuk memperbaiki. Contohnya satu, penunjukan duta-duta dan itu sudah diakui oleh Bapak Kadis. Dan nanti akan diformat lebih transparan, dan kalau memang bisa diadakan festival terlebih dahulu sebelum mereka mengikuti kegiatan di PKB Bali. Yang terakhir, adanya seniman yang double kegiatan. Nah, ini kan supaya nanti dari Dinas Kebudayaan juga akan melakukan screening lebih lanjut. Dan nantinya tidak ada lagi seniman yang melaksanakan kegiatan itu double” Tutup Politisi PDI Perjuangan tersebut. (iB1)
Editor : Delan



