Pendidikan

Poltekpar Bali Gelar Seminar Publikasi dan Pameran FPS 2026, Perkuat Tata Kelola Desa Wisata Melalui Transformasi Digital

NUSA DUA, iBaliNews.Com – Program Studi Destinasi Pariwisata Sarjana Terapan Politeknik Pariwisata Bali sukses menyelenggarakan Seminar Publikasi dan Pameran Field Project Study (FPS) 2026 di Gedung MICE Widyatula pada Selasa, 28 April 2026. Mengusung tema besar “Desa Wisata Berbasis Informasi dan Strategi Pengembangan”, ajang akademik tahunan ini dibuka langsung oleh Direktur Politeknik Pariwisata Bali dengan khidmat.

Hadir memberikan dukungan secara khusus, Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kemenpar RI, Dr. Andar Danova L. Goeltom, S.Sos., M.Sc, CPM. Dr. Andar menekankan pentingnya riset sebagai fondasi kebijakan. Dalam sambutannya, Direktur Poltekpar Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes, menegaskan bahwa riset mahasiswa merupakan instrumen krusial bagi pengambilan kebijakan yang inklusif.

“Hasil penelitian mahasiswa yang dipresentasikan dalam forum ini memiliki peran yang sangat strategis, bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan dasar merumuskan strategi pengembangan destinasi yang adaptif dan berkelanjutan bagi Bali”. Ujar Dr. Andar.

Kehadiran para pemangku kepentingan nasional dalam forum ini memperkuat posisi riset mahasiswa sebagai pilar pendukung kebijakan pemerintah pusat. Seminar ini pun menjadi wadah diseminasi ilmiah yang sangat dinantikan oleh komunitas pariwisata luas.

Baca Juga:  Sinergi dan Gotong Royong Kwarcab Badung Bangun Desa Pasca Bencana

 Penelitian FPS tahun ini memfokuskan kajian pada tata kelola desa wisata kategori Maju dan Mandiri yang tersebar di tujuh kabupaten di Provinsi Bali. Sebanyak 55 mahasiswa semester 6 yang terbagi dalam empat kelompok terjun langsung melakukan pengumpulan data lapangan selama tiga minggu secara intensif. Lokus penelitian mencakup wilayah Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, Buleleng, hingga Jembrana. Para mahasiswa melakukan identifikasi mendalam terhadap profil desa, isu prioritas pengelolaan, hingga evaluasi tingkat kesiapan digital masyarakat lokal.

Dalam laporan teknisnya, Koordinator Program Studi Destinasi Pariwisata, Dewa Ayu Made Lily Dianasari, S.T., M.Si., menjelaskan kompleksitas pelaksanaan kegiatan tersebut di hadapan para undangan. Beliau memaparkan harapan besar prodi terhadap masukan para ahli dengan menyatakan, “Kami sangat mengharapkan masukan, kritik, dan saran bagi para pembahas yang hadir pada pagi hari ini demi menyempurnakan hasil laporan mahasiswa kami. Melalui pendekatan komprehensif ini, setiap temuan lapangan diharapkan mampu memberikan gambaran aktual atas kebutuhan pengembangan destinasi di tingkat daerah”. Ungkap Dewa Ayu Made Lily.

Baca Juga:  Buka Musrenbang 2026, Bupati Badung Dorong Akselerasi Infrastruktur Inklusif Di Kuta Selatan

Seminar ini juga menghadirkan panel narasumber ahli dan praktisi untuk memberikan evaluasi kritis terhadap karya ilmiah mahasiswa. Tokoh akademisi seperti Prof. Putu Indah Rahmawati, M.Bis., Ph.D. dari Undiksha serta Ketua Forkom Dewi Bali, I Made Mendra Astawa, S.Tr.Par., M.Tr.Par., turut memberikan perspektif strategis.

Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran gagasan inovatif antara akademisi, mahasiswa, dan para pengelola desa wisata yang hadir. Tidak hanya pemaparan materi, suasana seminar kian semarak dengan adanya Pameran Expo yang menampilkan produk UMKM unggulan dan potensi ekonomi kreatif dari desa – desa lokasi penelitian.

Integrasi pameran ini bertujuan memperlihatkan korelasi nyata antara riset akademik dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di lapangan. Para pembahas mengapresiasi ketajaman analisis mahasiswa dalam menggali potensi unik desa yang selama ini belum tergarap optimal. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa Sarjana Terapan Poltekpar Bali mampu memberikan kontribusi nyata yang melampaui batas teori kelas.

Baca Juga:  Poltekpar Bali Gelar TREASURE 2025, Bahas Pembangunan Berkelanjutan di Sektor Pariwisata dan Leisure

Sebagai penutup, Direktur Politeknik Pariwisata Bali menegaskan bahwa seluruh luaran FPS 2026 akan dijadikan dokumen rekomendasi strategis bagi pemangku kepentingan pariwisata. Penekanan utama diletakkan pada transformasi digital dalam kerangka Desa Wisata 4.0 serta penguatan SOP keamanan dan keselamatan wisatawan.

“Dengan penguasaan tren industri terkini, desa wisata di Bali diharapkan mampu menciptakan pengalaman kunjungan yang berkualitas dan berkelanjutan. Institusi berkomitmen untuk terus mengawal hasil penelitian ini agar dapat diimplementasikan secara konkret oleh para pengelola di lapangan”. Tegas Putu Puja

Peningkatan daya saing destinasi berbasis masyarakat menjadi target utama guna memastikan pariwisata Bali tetap kompetitif di pasar global. Keberhasilan seminar ini menjadi bukti dedikasi Program Studi Destinasi Pariwisata Sarjana Terapan dalam mencetak tenaga profesional yang tanggap terhadap dinamika zaman. Pasca-seminar ini, para mahasiswa diharapkan siap melangkah ke tahap pengabdian masyarakat dengan bekal wawasan praktis yang solid dan teruji.

Editor : Landep

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *