Kesehatan

Ekspansi Ke Bali, Ciputra SMG Eye Clinic Hadirkan Layanan Kesehatan Berstandar Kelas Dunia

DENPASAR, iBaliNews.Com –  Ciputra SMG Eye Clinic terus memperluas jangkauan layanan kesehatan matanya di Indonesia. Setelah sukses dengan klinik pertama di Ciputra World 1, Jakarta, serta cabang kedua di Pondok Indah, Jakarta, dan klinik di Surabaya, Ciputra SMG Eye Clinic kini telah menghadirkan cabang keempatnya di Bali sejak satu tahun yang lalu.

William Ciputra, General Manager of Ciputra Group mengungkapkan bahwa kerja sama antara Ciputra Group dan Singapore Medical Group (SMG) memiliki latar belakang hubungan historis yang erat. Pendiri Ciputra Group, almarhum Pak Ciputra, memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan pendiri SMG yang juga merupakan dokter pribadinya di Singapura.

​”Pas Pak Ciputra (alm) lagi mikir untuk masuk healthcare, beliau kurang lebih sudah tahu ingin bermitra dengannya karena he knows he’s the best dan bisa dipercaya secara etis,” ujar William Ciputra dalam peringatan satu tahun Ciputra SMG Eye Clinic di Sanur, Sabtu (10/10/2026)

​William Ciputra melanjutkan bahwa ekspansi ke Pulau Dewata ini dilandasi oleh visi besar untuk menjadikan Bali sebagai destinasi wisata medis (medical tourism) berkelas dunia.

Baca Juga:  Ciputra Beach Resort Jadi Titik Awal Volkswagen Lost in Paradise #6, Hadirkan Eksplorasi Tabanan dan Aksi Sosial

​”Kami selalu ada visi seperti pemerintahan di mana Bali itu bisa jadi destinasi untuk medical treatment yang berkelas dunia (medical tourism),” ujar William Ciputra.

​Layanan Medis Berkualitas Internasional

​Kehadiran klinik ini tidak hanya ditujukan untuk masyarakat lokal, tetapi juga dirancang untuk melayani pasien dari mancanegara. William menyebutkan bahwa standar pelayanan yang diberikan di Bali disetarakan dengan rumah sakit kelas atas, bahkan menarik minat pasien dari negara-negara yang dianggap lebih maju secara medis.

​Setelah satu tahun beroperasi dan melayani ratusan pasien, pihak manajemen semakin yakin bahwa potensi pasar medical tourism di Bali sangat besar dan menjanjikan.

​Mengusung Konsep Hospitality Pariwisata

​Salah satu daya tarik utama dari Ciputra SMG Eye Clinic Bali adalah suasana klinis yang dirancang jauh dari kesan kaku atau menegangkan seperti rumah sakit pada umumnya. Mengingat Bali kental dengan nuansa pariwisata dan keramahannya, klinik ini mengutamakan kenyamanan pasien agar merasa seperti sedang berada di hotel berbintang.

​”Kami tidak hanya memberikan layanan berkelas secara medis, tetapi juga secara hospitality, sehingga pasien merasa seperti masuk hotel dan tidak tegang seperti masuk rumah sakit. Jadi doesn’t feel like you’re entering a clinic at all,” ungkap William. Konsep ini terbukti sukses membuahkan testimoni positif dari para pasien yang merasa takjub dan terkesan dengan desain serta keramahan pelayanan yang diberikan.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Serahkan Penghargaan Usia Harapan Hidup 75 Tahun

Teknologi Canggih Untuk Penanganan Katarak

​Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ni Kompyang Rahayu, SP.M(K), Head Doctor & Ophthalmologist SMG Eye Clinic Bali menjelaskan mengenai gangguan kesehatan mata katarak yang banyak dialami masyarakat seiring bertambahnya usia.

​”Katarak ditandai dengan penglihatan yang kabur dan terasa silau. Lensa mata yang tadinya jernih lama-kelamaan menjadi keruh karena proses aging (penuaan). Rata-rata mulai muncul di usia 50-an. Bagi yang sudah berusia 40 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata rutin setiap 1 hingga 2 tahun sekali,” jelas dr. Rahayu.

​Untuk menangani kasus katarak, Ciputra SMG Eye Clinic Bali telah dilengkapi dengan teknologi canggih seperti mesin Centurion dan mikroskop Lumera 700.

​”Mesin Centurion ini biasa ada di klinik atau rumah sakit mata besar. Teknologi ini membuat kerja dokter bedah (surgeon) lebih nyaman, aman (safe), serta memiliki teknologi active centry dan micro incision sehingga proses penyembuhan pasien lebih cepat dan kualitas penglihatan menjadi lebih bagus. Didukung mikroskop Lumera 700, kami dapat melihat detail mata pasien secara lebih tajam sehingga meminimalisir potensi kesalahan,” terang dr. Rahayu.

Baca Juga:  Kabupaten Jembrana Raih Penghargaan Paritrana Award 2025

​Teknologi Lasik Modern

​Sementara itu, Dr. Ni Luh Made Novi Ratnasari Sp.M, Ophthalmologist SMG Eye Clinic Bali memaparkan keunggulan teknologi LASIK modern, khususnya metode flapless seperti SMILE Pro (SILK) untuk mengatasi kelainan refraksi mata.

Teknologi Lasik modern di Ciputra SMG Eye Clinic Bali

​“Teknologi ini ditujukan untuk pasien dengan kelainan mata minus hingga -10 dan silinder (astigmatisme) hingga -5. Berbeda dengan LASIK konvensional yang menggunakan flap dan membutuhkan proses pemulihan hingga satu bulan, metode flapless ini pengerjaan lasernya sangat cepat, hanya sekitar 8 detik per mata,” ungkap Dr. Novi.

​Ia menambahkan bahwa keunggulan utama dari metode flapless adalah tindakan pembedahan yang minim komplikasi (minimal incision) dan pemulihan yang jauh lebih cepat. (iB1/Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *