Seni Budaya

Pasca Vakum 6 Tahun, UNHI Kembali Bangkitkan Utsawa Bali Sani : Akan Dibuka Menteri Kebudayaan RI

DENPASAR,iBaliNews.ComUniversitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar kembali mengibarkan ajang seni dan budaya Utsawa Bali Sani pada tahun 2026 ini. Setelah sempat terhenti selama enam tahun, perhelatan ini hadir sebagai momentum refleksi, pelestarian, sekaligus wadah menggali potensi seni warisan leluhur.  

​Perhelatan Utsawa Bali Sani 2026 mengusung tema ““Prabha Niti Widya Sani Prawartana” yang bermakna ‘Panggung Kreativitas dan Seni dari Sani Bali’. Kegiatan ini diselenggarakan berangkaian dengan Pujawali/Piodalan di Pura Maha Widya Mandira UNHI serta Peringatan Dies Natalis Ke -63 dan Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor UNHI tahun 2026.

​Kembali ke Pola Ilmiah Pokok Agama dan Kebudayaan

​Rektor UNHI, Cokorda Gde Bayu Putra menjelaskan bahwa sejarah panjang kampus yang berdiri sejak 1963 sebagai Mahawidya Bhuana Institute Agama Hindu Dwijendra dan bertransformasi menjadi UNHI pada 1993, yang selalu memegang teguh pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan.  

​”Setelah terhenti 6 tahun, Utsawa Bali Sani kembali kita kibarkan karena lembaga kita ini tindih pada pola ilmiah pokoknya, yaitu agama dan kebudayaan. Utsawa Bali Sani tidak hanya menjadi momentum menyemarakkan seni, tetapi bentuk refleksi dan penggalian mendalam. Ini juga menjadi pengalaman spiritual dan budaya bagi mahasiswa baru tentang cita-cita pendiri kampus,” ujar Rektor Cok Bayu.

Baca Juga:  Peringati Satu Abad Peristiwa Rarud Batur, Tim UNHI Persembahkan Buku “Sandyakala Huluning Toya”

​Cok Bayu menambahkan, rangkaian Utsawa Bali Sani ini dipadukan dengan peristiwa religius Pujawali Purnama Kapat pada 26 September 2026, yang disusul dengan Rapat Senat Terbuka Dies Natalis  ke – 63 dan Wisuda empat hari pascapenyineban.  

Bukti Praktik “Satyam Shivam Sundaram”

​Kurator sekakigus penggagas Utsawa Bali Sani, Prof. Yudha Triguna menekankan pentingnya konsistensi lembaga dalam menjalankan visi-misi kebudayaan secara nyata, bukan sekadar wacana.  

​”Utsawa Bali Sani hadir bersamaan dengan momen keagamaan. Lembaga ini harus meneruskan prinsip tindih pada pola ilmiah pokok agama dan kebudayaan. Ini tidak boleh hanya diomongkan saja, tetapi harus memberi bukti praktik. Dalam taksonomi agama, konsep Satyam, Shivam, Sundaram kebenaran, kesucian, dan keindahan diaplikasikan secara nyata dalam bentuk Utsawa Bali Sani,” ungkap Yuda Triguna.

Rangkaian Acara 24–29 September 2026

​Panitia Utsawa Bali Sani 2026, I Komang Dedi Diana menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan seluruh pihak sehingga perhelatan ini dapat kembali bangkit. Ia memaparkan jadwal dan rangkaian kegiatan yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 29 September 2026 :

Baca Juga:  Rektor UNHI Ajak Pengusaha Hindu Berkontribusi Pada Lembaga Pendidikan

​24 September 2026 (17.00 WITA): Pembukaan resmi Utsawa Bali Sani di Panggung Terbuka Lapangan Pura Maha Widya Mandira UNHI, dibuka Menteri Kebudayaan RI, Fadly Zon dan dihadiri Gubernur Bali, dan Wali Kota Denpasar.

​25 September 2026 (17.00 WITA): Rekasandana Pagelaran Seni

​26 September 2026 (19.00 WITA): Utsawa Sloka/Macepat (Sloning Anyaswara, Sloning Prani-Prani, Sloning Prasasti Smara Komunitas Napak 7).  

​27 September 2026:

​Pagi (08.30–12.00 WITA): Sarasehan bertema “Nilai, Fungsi, dan Makna Barong Tradisi Masyarakat Hindu di Bali” di Aula Indraprasta Lt. 3 Rektorat UNHI. Dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A., Prof. Dr. I Bagus Gede Yudha Triguna, M.S., Ida Pedanda Gede Putra Batuaji, Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum., dan I Ketut Gede Rudita, S.S.N., M.S.i., dipandu oleh I Putu Yudiantara, S.Pd., M.Sos.  

​Malam (18.00–24.00 WITA): Wimbakara Beleganjur Ngarap Perang Bintang.  

Baca Juga:  Jangan Sampai Masyarakat Batur “Rarud” Akibat Arus Modal 

​28 September 2026 (18.00–24.00 WITA): Wimbakara Barong dan Bapang Barong & Kendang Tunggal, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah.  

​29 September 2026 (20.00 WITA–Selesai): Penutupan Utsawa Bali Sani yang dimeriahkan oleh penjelonorangan Aji Kekeran oleh Keluarga Besar UNHI.  

Menggali Kesenian Tradisional yang Hampir Punah

Sementara Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi yang menaungi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Kol. Caj. (Purn) Dr. Drs. I Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H. Menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kembali ajang ini dan berharap Utsawa Bali Sani dapat membawa UNHI ke arah yang lebih baik.  

​”Jika lembaga lain mungkin fokus menciptakan seni baru, peran kami di UNHI adalah menggali kembali kesenian-kesenian tradisi yang sudah usang atau langka. Kesenian yang sudah jarang dilihat oleh generasi muda, baik seni tari, seni tabuh, maupun seni tradisi lainnya, perlu digali dan ditampilkan kembali agar tidak hilang digerus zaman,” tegasnya. 

​Melalui pelaksanaan Utsawa Bali Sani 2026 ini, UNHI berkomitmen untuk terus menjaga nyala api kebudayaan dan nilai-nilai keagamaan Hindu di Bali secara berkelanjutan.  (iB N/Lan)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *