Heliport The Golo Mori Siap Beroperasi, Perkuat Akses Wisata Premium dan MICE di Labuan Bajo
GOLO MORI, iBaliNews.Com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat konektivitas dan kesiapan infrastruktur kawasan The Golo Mori sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan dan pemenuhan kesiapan operasional heliport The Golo Mori.
Fasilitas heliport The Golo Mori kini telah siap beroperasi setelah seluruh tahapan pemenuhan kesiapan fasilitas dan perizinan operasional yang dipersyaratkan telah diselesaikan. Kehadiran fasilitas ini jadi bagian dari pengembangan infrastruktur kawasan untuk memperkuat aksesibilitas menuju The Golo Mori, khususnya bagi turis premium, tamu VIP, pelaku bisnis, serta peserta dan penyelenggara kegiatan MICE.
General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, mengatakan, kesiapan heliport jadi salah satu langkah penting dalam memperkuat infrastruktur pendukung The Golo Mori seiring dengan berkembangnya aktivitas pariwisata dan MICE di kawasan.
“Dengan selesainya seluruh tahapan kesiapan fasilitas dan perizinan, heliport The Golo Mori siap mendukung kebutuhan konektivitas kawasan. Kehadiran fasilitas ini memberikan alternatif akses menuju The Golo Mori, terutama bagi wisatawan premium, tamu VIP, pelaku bisnis, serta peserta kegiatan MICE yang membutuhkan akses yang lebih fleksibel,” ujar Aji.
The Golo Mori terus berkembang sebagai kawasan pariwisata yang mengintegrasikan fasilitas MICE dan pengalaman wisata dalam satu kawasan. Golo Mori Convention Center (GMCC) menjadi fasilitas utama yang mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari meeting, incentive, conference, exhibition, corporate gathering, incentive trip, hingga event nasional dan internasional.
Pertumbuhan aktivitas di kawasan tersebut juga tercermin dari jumlah kunjungan. Pada semester I 2026, The Golo Mori mencatat sebanyak 13.610 kunjungan, menunjukkan semakin berkembangnya minat terhadap kawasan sebagai salah satu destinasi MICE dan pariwisata di Labuan Bajo.
Di tengah perkembangan tersebut, penguatan konektivitas menjadi bagian penting dalam memastikan kawasan memiliki fasilitas pendukung yang memadai untuk melayani berbagai kebutuhan pengunjung. The Golo Mori yang berjarak sekitar 45 menit dari pusat Labuan Bajo kini memiliki alternatif akses melalui jalur udara dengan tersedianya fasilitas heliport.
“Heliport ini bukan hanya fasilitas pendukung transportasi, tetapi juga bagian dari upaya kami membangun ekosistem destinasi yang semakin terintegrasi. Bagi kegiatan MICE, keberadaan akses udara dapat memberikan fleksibilitas bagi peserta dan tamu tertentu. Sementara bagi wisatawan premium, fasilitas ini dapat memperkaya pilihan perjalanan dan pengalaman selama berada di Labuan Bajo,” jelas Aji.
Heliport The Golo Mori dibangun dengan ukuran 24 x 24 meter dan mampu melayani helikopter dengan kapasitas dan beban maksimal hingga 12.000 kilogram. Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung operasional dan keselamatan, termasuk lampu navigasi, sistem komunikasi udara, peralatan cuaca, perangkat pemadam kebakaran, serta fasilitas keselamatan lainnya.
Kesiapan heliport juga membuka peluang pengembangan pengalaman wisata udara di Labuan Bajo. Dengan karakter destinasi yang memiliki lanskap perbukitan, laut, dan gugusan pulau, layanan penerbangan helikopter berpotensi menjadi salah satu pilihan wisata yang memberikan perspektif berbeda terhadap keindahan kawasan.
Untuk mendukung pengembangan layanan tersebut, ITDC melalui The Golo Mori membuka peluang kolaborasi dengan operator dan penyedia layanan penerbangan helikopter, baik untuk kebutuhan charter, joy flight, scenic flight, maupun layanan pendukung kegiatan MICE dan pariwisata premium.
“Kami melihat potensi pengembangan wisata udara di Labuan Bajo cukup besar. Ke depan, kami terbuka untuk berkolaborasi dengan mitra operator yang dapat menghadirkan layanan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan karakter destinasi serta kebutuhan pasar,” kata Aji.
Bagi kegiatan MICE, keberadaan heliport memberikan tambahan fasilitas pendukung bagi penyelenggara dan peserta kegiatan, khususnya untuk kebutuhan mobilitas tamu tertentu. Sementara bagi wisatawan premium, fasilitas tersebut membuka peluang hadirnya pilihan pengalaman perjalanan yang lebih eksklusif dan personal.
Penguatan fasilitas konektivitas tersebut juga sejalan dengan perkembangan aktivitas MICE di The Golo Mori. Selain mencatat pertumbuhan kunjungan, kawasan ini menunjukkan potensi aktivitas MICE yang semakin kuat, tercermin dari rata-rata belanja MICE per orang yang telah mencapai hampir tiga kali lipat dari target perusahaan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa The Golo Mori tidak hanya memiliki potensi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan, tetapi juga memiliki peluang untuk terus mengembangkan ekosistem bisnis pariwisata premium di Labuan Bajo. Dalam konteks tersebut, kesiapan infrastruktur pendukung seperti heliport menjadi bagian dari upaya ITDC memperkuat daya saing kawasan.
“Pertumbuhan aktivitas dan potensi MICE di The Golo Mori menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki ruang pengembangan yang besar. Karena itu, kami terus melengkapi kawasan dengan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang dapat menjawab kebutuhan pasar, sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung,” tambah Aji.
Selain mendukung aktivitas komersial dan pariwisata, Heliport The Golo Mori juga dipersiapkan untuk kebutuhan akses cepat dalam kondisi tertentu, termasuk dukungan operasional darurat maupun kebutuhan logistik kawasan.
ITDC memastikan pengembangan fasilitas The Golo Mori tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, serta pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan maupun operasional kawasan.
Dengan kesiapan heliport ini, The Golo Mori kian memperkuat ekosistem pariwisata premium dan MICE di Labuan Bajo. Kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menambah alternatif akses menuju kawasan, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan wisata udara, memperkaya pengalaman pengunjung, serta memperkuat daya saing The Golo Mori sebagai Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination di Indonesia Timur. (Ril / ib2)




