IPOTI Bali Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Perkuat SDM Ortopedi Hadapi Era AI dan Robotik
BADUNG, iBaliNews.Com – Himpunan Perawat Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (IPOTI) Wilayah Provinsi Bali menggelar prosesi pelantikan pengurus periode 2026-2031, di Hotel Golden Tulip Jineng, Sunset Road, Kuta, Badung, Kamis (03/09/2026). Kegiatan tersebut juga turut dirangkaikan dengan Pelatihan Keperawatan Ortopedi Dasar (PKOD) 2026 yang berlangsung 3 hingga 6 September 2026.
Pelantikan dihadiri Ketua Pengurus Pusat IPOTI Ismahariuni Islamuddin, S.Kep., Ns., Sekretaris DPW PPNI Bali I Wayan Suardana yang mewakili Ketua DPW PPNI Bali I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, dan Ketua PABOI Bali dr. I Wayan Suryanto Dusak, Sp.O.T. Subsp. P.L(K).
Prosesi Pelantikan dilakukan Ni Luh Putu Sri Wirayuni, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB yang sebelumnya terpilih sebagai Ketua IPOTI Bali periode 2026-2031 melalui Kongres Wilayah I IPOTI Provinsi Bali di Denpasar, 22 April 2026.
Dalam Sambutanya, Sri Wirayuni mengajak insan IPOTI Bali untuk menyatukan potensi dalam rangka membawa organisasi tersebut semakin maju, solid, profesionalisme, dan memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
“Ke depan, kami ingin membangun IPOTI Bali sebagai organisasi yang solid dalam kebersamaan, kuat dalam profesionalisme, dan nyata dalam kontribusi.” Kata Sri Wirayuni dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan beberapa hal yang menjadi komitmennya dalam menjankan roda organisasi sepertiMemperkuat solidaritas dan kebersamaan, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota, dan memperkuat kolaborasi dan jejaring.
”Kami juga berharap nantinya dengan IPOTI Bali ini, kami dapat meningkatkan kontribusi bagi masyarakat dan pelayanan kesehatan.” Kata Sri Wirayuni lagi.

Dihadapan undangan dan pengurus, Sri Wirayani mengungkapkan tantangan yang dihadapinya dalam membentuk kepengurusan tersebut. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh jajaran IPOTI Bali untuk bekerja dan berkolaborasi sebagai perjalanan dalam pengabdian di dunia kesehatan Ortopedi.
“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai awal dari perjalanan pengabdian kita. Mari kita bersama-sama wujudkan IPOTI Bali, semakin solid, profesionalisme, berintegritas, adaptif, dan memberikan kontribusi nyata. Semoga kepengurusan ini dapat menjalankan amanah dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh organisasi, masyarakat, dan pembangunan kesehatan Bali. Mari kita kuat bersinergi, kita hebat mengabdi untuk IPOTI Bali yang lebih bermartabat.” Tegas Sri Wirayuni dalam sambutannya.
Usai pelantikan, Ia menargetkan untuk melakukan penguatan kompetensi SDM sebab kebutuhan tenaga perawat ortopedi di Bali masih cukup besar. Dijelaskannya saat ini baru terdata 52 anggota di IPOTI Bali. Untuk itu kedepan, pihaknya akan mendata 100 anggota setiap tahunnya.
“Target kami ke depannya setiap tahun akan mendata 100 orang perawat ortopedi” kata Sri Wirayuni ditemui usai pelantikan.
Ketua PP IPOTI Ismahariuni Islamuddin menyampaikan harapan kepada IPOTI Bali untuk terus berkembang dan maju serta berkomitmen untuk menyetarakan keilmuan orthopedi.
“Kompetensinya kita harapkan bisa semakin meningkat, ya. Sehingga perbedaan keilmuan yang maksudnya kita mengharapkan kesetaraan antara perawat-perawat ortopedi yang ada di pusat kota maupun di daerah itu kita harapkan keilmuannya itu sama rata” Ujar Islamudin dalam sambutannya.
Ia menekankan perkembangan teknologi kedokteran membuat perawat ortopedi juga harus bersiap menghadapi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi robotik.
“Teknologi terus berkembang jadi perawat orthopedi juga harus siap menghadapi pemanfaatan Ai dan juga teknologi robotik ortopedi” katanya lagi
Sementara Sekretaris DPW PPNI Bali I Wayan Suardana mengatakan pembentukan pengurus IPOTI Bali merupakan langkah strategis dalam upaya menguatkan organisasi sekaligus menjadi momentum penyadaran terhadap pentingnya upaya menghimpun diri dalam rangka pengembangan dan pendalaman ilmu maupun praktik ortopedi dan traumatologi.
“Kalau sekarang di zaman AI, kita gampang sekali belajar lewat AI, ChatGPT, dan lain-lain. Tapi kadang-kadang kita tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan deep learning dan deep skilling. Jadi mudah-mudahan ke depan praktik-praktik berbasis AI ini bisa dikembangkan dengan penguatan deep learning dan deep skilling untuk teman-teman HIPOTI Bali.” Kata Suardana dalam sambutannya.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Bali, dr. I Wayan Suryanto Dusak mengatakan perkembangan teknologi robotik dalam tindakan orthopedi juga membutuhkan kesiapan perawat.
Teknologi robotik, khususnya untuk tindakan penggantian sendi, dinilai mampu meningkatkan presisi operasi. Namun, dokter tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan perawat yang memahami prosedur dan perangkat orthopedi secara khusus.
“Sedang berkembang itu adalah sistem robotik. Jadi robotik, terutama dalam hal penggantian sendi, namanya arthroplasty. Robotik arthroplasty sedang berkembang di Indonesia, juga di Bali demikian juga adanya.” Ujar dr. Suryanto ditemui usai acara pelantikan.
Ia pun menyampaikan harapan kepada PABOI Bali untuk dapat menjadi bagian dari SDM Ortopedi untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih sempurna kepasa paien
“Jadi harapan kami dari PABOI, dari ortopedi, agar teman-teman perawat pun yang bekerja di bidang ortopedi dapat menyertai kami, sehingga pelayanan terhadap pasien menjadi lebih sempurna, jadi lebih bagus” kata dr. Suryanto. (iB/Lan)



