Lingkungan

Komisi I DPRD Badung Gelar Mediasi Sebagai Tindaklanjut Pengaduan Petani di Munggu

MANGUPURA, iBaliNews.ComDPRD Kabupaten Badung melalui Komisi I menggelar Rapat Kerja (Raker) bersama petani, pemerintahan Desa Munggu dan tokoh-tokoh masyarakat  Desa Munggu di ruang Gosana II Gedung DPRD Badung, Senin, (31/08/2026). Rapat kerja tersebut membahas pengaduan petani, subak dan pekaseh di Desa Munggu Kecamatan Mengwi.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi I Gusti Lanang Umbara didampingi Sekretaris Komisi I  Made Rai Wirata dan Anggota Komisi I Wayan Puspa Negara.

Baca Juga:  Terkait Persoalan Tidak Sinkronnya NISN dengan NIK, DPRD Badung Dorong Pemanfaatan Data Tunggal

Ditemui usai rapat, Lanang Umbara mengatakan bahwa raker tersebut digelar untuk memediasi terkait dengan adanya laporan pembangunan liar atau pengembang yang tidak melengkapi izin dan membangun di wilayah LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) di wilayah Desa Munggu.

‎”Jadi kita sudah mediasi semua tokoh-tokoh di Desa Munggu. Dan astungkara, syukur semua sudah bisa berjalan dengan baik, dan semoga tokoh-tokoh kita ini bisa semakin bersatu untuk menjaga, melindungi dan melestarikan Munggu, Desa Munggu itu sendiri,” Ujar Lanang Umbara.

Baca Juga:  DPRD Badung Gelar Rapat Mediasi Soal Keluhan Penyanding Antara KutaBex Hotel dengan PT. BITC

‎Lebih lanjut Politisi asal Pelaga tersebut mengatakan sebagai langkah selanjutnya usai rapat mediasi ini yakni Komisi I DPRD Badung akan turun ke lapangan untuk mengecek dan melihat langsung kondisi pembangunan yang dikeluhkan oleh petani, pekaseih dan juga perbekel.

‎”Iya nanti kita akan pasti akan turun ke lapangan,” Ujarnya lagi 

Terkait dengan adanya informasi bahwa lokasi tersebut sebelumnya pernah dipasangi Pol PP line namun kini hilang, pihaknya berencana akan memanggil Satpol PP Kabupaten Badung untuk dimintai keterangan.

Baca Juga:  Wabup Bagus Alit Sucipta Tinjau Lokasi Banjir di Kuta Utara

” Iya, Katanya sudah sempat di Pol PP Line, terus hilang. Apa hilang dihilangkan oleh orang tak bertanggung jawab, atau siapa. Nanti kan kita perlu klarifikasi, kita akan panggil Satpol PP untuk minta keterangannya”.  pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *