Hijaukan Pesisir Serangan, Mahasiswa KKN Kolaborasi Tahun 2026 Tanam 50 Bibit Mangrove
Oleh : Fathirazahra dan Saylul Hidayah Salsabiyla
DENPASAR, iBaliNews.Com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026 melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Tahura Pura Sakenan,Serangan Bali Minggu (02/08/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan KKN dengan mengusung tema “Dedikasi Harmoni untuk Masyarakat Mandiri dan Berdaya.”
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata ditanam di kawasan Tahura Pura Sakenan. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa KKN Kolaborasi kelompok 50 Serangan yang terdiri atas mahasiswa UIN Walisongo Semarang, UIN SGD Bandung, UHN IGBS Denpasar, dan IAKN Toraja. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan berbagai pihak, yaitu Green Youth Mangrove, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kelurahan Serangan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kepala Lingkungan se-Kelurahan Serangan, dan Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kelurahan Serangan. Kolaborasi berbagai pihak tersebut menunjukkan adanya kepedulian dan keterlibatan bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Kegiatan berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu sambutan dari berbagai pihak yang terlibat, edukasi singkat mengenai jenis dan cara menanam mangrove, dan terakhir terjun ke kawasan mangrove untuk menanam bibit secara langsung. Penanaman mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir. Mangrove dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung berbagai kehidupan di wilayah pesisir sekaligus membantu menjaga kondisi lingkungan pantai.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Prof. Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum. selaku guru besar Antropologi Budaya di Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Bali. “Kegiatan penanaman mangrove ini merupakan kegiatan yang sangat berdampak pada lingkungan, khususnya daerah Serangan, karena mahasiswa KKN Kolaborasi meninggalkan kenang-kenangan berupa bibit mangrove yang 10 hingga 30 tahun ke depan akan bermanfaat bagi masyarakat.” Ujar Prof Yoga Segara.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam kegiatan konservasi yang dapat terus dirasakan setelah masa KKN berakhir. Kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir di kawasan Serangan. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan lingkungan diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan kesadaran untuk turut menjaga lingkungan secara keberlanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN tidak hanya meninggalkan kenangan selama menjalankan pengabdian di Bali, tetapi juga meninggalkan jejak hijau yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang. Kegiatan ini sekaligus menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama dan kepedulian bersama. (iB1)





