Ekonomi

Urgen Bagi UMKM, Wabup Bagus Alit Sucipta Dukung Penuh SMSI Badung Gelar Literasi Digitalisasi Sektor Pembayaran

MANGUPURA,iBaliNews.Com – Wakil Bupati (Wabup) Badung Bagus Alit Sucipta memberikan dukungan penuh kepada Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung untuk menggelar literasi dan diskusi bertajuk “Digitalisasi di Sektor Pembayaran”. Menurutnya, digitalisasi sebuah keniscayaan sehingga sangat diperlukan warga masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal tersebut diungkapkannya saat menerima audiensi pengurus SMSI Kabupaten Badung didampingi Panitia Literasi, di kediaman bilangan Dalung, Senin (30/3/2026). Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua SMSI Badung Nyoman Sarmawa, Sekretaris Christovao Vinhas, dan Bendahara Nyoman Sunaya. Dari panitia hadir Ketua Nyoman Alit Sukarta, didampingi sejumlah anggota seperti I Gede Landep, Komang Purnama Sari, dan Made Sudiana.

Wabup Bagus Alit Sucipta menilai program literasi khususnya di sektor pembayaran sangat positif di tengah upaya pemerintah menggencarkan cashless atau transaksi secara online. Dengan literasi ini, tegasnya, masyarakat khususnya pelaku UMKM akan terhindar dari risiko salah transfer, kemudian ketika terjadi gangguan teknis saat transaksi tetapi saldo sudah terpotong menjadi tahu apa langkah-langkah yang harus dilakukan.

Baca Juga:  InnovAItion in Action: 200 Mahasiswa Hadiri Peluncuran International Journal of Tourism Trends di Universitas Udayana

Karena itu, Wabup Bagus Alit Sucipta sangat mendukung program literasi yang dilaksanakan oleh SMSI Kabupaten Badung. “Kami dukung penuh kegiatan ini apalagi bertujuan untuk mengedukasi pelaku UMKM yang memperoleh bantuan Sidi Kumbara,” tegasnya.

Wabup mendorong transaksi cashless atau nontunai karena sesuai dengan arahan Kementerian. Menurutnya, ini hanya masalah kebiasaan. Berikutnya, masyarakat bisa tahu cara dan tindakan yang harus dilakukan jika ada transaksi yang salah. “Ini sangat positif menurut tiyang, apalagi program Sidi Kumbara ini responsnya sangat bagus. Ini yang harus dibenahi lewat kegiatan literasi karena saat ini pelaku UMKM masih konvensional, pembayaran ya tunai,” tegasnya.

Baca Juga:  Terobosan, Jembrana Luncurkan e-Retribusi Parkir Gilimanuk

Sebelumnya Ketua SMSI Kabupaten Badung Nyoman Sarmawa memaparkan, digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan, termasuk di sektor pembayaran. “Mau tidak mau, suka tidak suka, digitalisasi pasti terjadi dan dilaksanakan ke depannya,” tegas Sarmawa.

Menurutnya, digitalisasi khususnya di sektor pembayaran mengandung sejumlah risiko yang harus dipahami masyarakat khususnya pelaku UMKM. Misalnya ada kemungkinan salah transfer ke nomor orang lain, ketika melakukan pembayaran berstatus pending tetapi saldo rekening sudah terpotong, atau kasus-kasus transaksi di QRIS. “Ketika ini terjadi, masyarakat harus tahu apa langkah-langkah yang harus dilakukan,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Bupati Badung Pimpin Prosesi Matur Piuning Jelang Karya Agung Di Pura Luhur Uluwatu

Karena pengetahuan ini sangat diperlukan oleh masyarakat, SMSI Badung berinisiatif menggelar literasi ini. Kegiatan ini akan mengambil momen Hari Kartini 21 April 2026 mendatang yang memiliki moto habis gelap terbitkan terang. “Harapan kami kegiatan ini bisa menerangi warga masyarakat,” tegasnya.

Narasumber yang akan ditampilkan, katanya, berasal dari lembaga yang berkompetan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kantor BI Provinsi Bali serta dari perbankan. Untuk peserta, kata Sarmawa, berasal dari pelaku UMKM yang memperoleh fasilitas Sidi Kumbara dari Pemkab badung, anggota TP PKK se-Badung serta perwakilan masyarakat baik gensi, milenial maupun masyarakat umum. 

Editor : Adi Purnama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *