Solusi Jangka Panjang, Komisi II DPRD Badung Dorong Pemkab Beli Lahan Pengelolaan Sampah di Petang
MANGUPURA, iBaliNews.Com – Penutupan TPA Suwung per 1 april 2026 untuk sampah organik mendapat perhatian serius dari Komisi II DPRD Badung.
Komisi II DPRD Kabupaten Badung melalui Sekretaris Komisi I Wayan Luwir Wiana menegaskan Kabupaten Badung selama ini telah melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya. Namun, persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Menurutnya seluruh masyarakat di Kabupaten Badung harus mulai berperan aktif mengelola sampah dari tingkat rumah tangga. Hal itu dinilai penting terlebih masyarakat tidak lagi dapat membuang sampah ke TPA Suwung mulai 1 April 2026.
Luwir Wiana menyarankan agar Pemkab Badung segera mempersiapkan solusi jangka panjang melalui pembelian lahan baru untuk pengelolaan sampah.
“Kalau hanya dengan teba modern itu tidak akan maksimal mengatasi masalah sampah kedepannya, karena dari Kuta hingga Kuta Selatan itu tidak semua punya teba modern, tapi semua beton disana,” ungkap Luwir Wiana usai Rapat Kerja Komisi II DPRD Badung bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) di Kantor Sekretariat DPRD Badung, Senin, 30/03/2026.
Lebih lanjut Luwir mengatakan dengan pembelian lahan baru akan membuat sistem pengelolaan sampah menjadi lebih terorganisir dan melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Adapun lahan yang didorong untuk dibeli yakni di wilayah Petang yang sebelumnya pernah digunakan sebagai lokasi pengolahan sampah milik masyarakat.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, lokasi di petang dapat menjadi solusi jangka panjang dibandingkan terus bergantung pada TPA Suwung.
“Sekarang ini sudah mau mereka jual lahannya itu kepada Pemerintah. Sekarang tergantung kita di Badung. Maka Komisi II mendorong Pemerintah ini untuk membeli lahan itu, karena masyarakat sudah setuju disana. Meskipun kita jauh, tetapi masyarakat dukung ketimbang 1-3 hari antre dan nginap di TPA Suwung, tapi kita di Badung ini pasti punya lahan di daerah Petang, meski jauh khan 1 hari tembus,” pungkas pria asal Kelurahan Benoa tersebut.
Editor : Landep





