Kolaborasi PICA Fest dan Dinas Koperasi UKM Bali Hadirkan “Arakultura”, Ajang Inovasi Produk Arak Bali
DENPASAR, iBaliNews.Com – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menyelenggarakan kegiatan istimewa lomba start up UMKM bertajuk “Arakultura – Arak Creativity Competition” yang menjadi bagian dari rangkaian PICA Fest 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif untuk mendorong inovasi serta pelestarian warisan budaya lokal, khususnya arak Bali.
“Arakultura” hadir sebagai wadah bagi para pelaku usaha kreatif dan UMKM untuk menyalurkan ide-ide segar dalam menciptakan produk turunan berbasis arak Bali secara kreatif, berdaya saing, namun tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal. Kompetisi ini terbuka bagi pelaku usaha arak, desainer kemasan, hingga penggiat industri kreatif yang ingin menampilkan inovasi di bidang kuliner, kriya, maupun presentasi produk berbasis arak.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh,S.E, M.Si dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap tradisi arak sebagai bagian dari identitas budaya Bali, tetapi juga upaya konkret untuk memberdayakan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas melalui pendekatan inovatif dan kreatif.
“Arakultura bukan sekadar kompetisi, melainkan gerakan budaya dan ekonomi kreatif yang menyatukan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat umum dalam satu panggung inovasi Bali ke depan” ungka Tri Arya.
PICA Fest 2025, sebagai ajang festival kreatif tahunan yang digelar di Bali, menjadi platform strategis untuk mengangkat potensi arak Bali dalam format baru yang lebih inklusif, edukatif, dan atraktif. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali berharap kolaborasi ini mampu memperkuat citra arak sebagai produk budaya yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.
Sementara I Putu Gatot Adiprana selaku Tim kreatif menyampaikan alasan penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Melalui Arakultura, kami berupaya membangun sebuah ruang ekspresi baru yang berpijak pada warisan lokal Bali yakni arak Bali namun dikemas dengan pendekatan kreatif, dan inklusif. Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi dapat bersanding dengan inovasi dan bahwa pelaku usaha lokal, khususnya UMKM, memiliki potensi besar untuk melahirkan produk yang berkualitas.” Ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pica Fest 2025 atas kolaborasi yang terjalin dalam penyelenggaraan event tersebut.“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PICA Fest 2025 yang telah membuka ruang kolaborasi dan memberi panggung bagi Arakultura.” Imbuh gatot
Ia juga berharap agar Arakultura menjadi gerakan berkelanjutan. “Semoga Arakultura tidak berhenti sebagai ajang tahunan semata, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang mendorong regenerasi, inovasi, dan kebanggaan terhadap produk lokal Bali” pungkas gatot.
Salah satu peserta lomba menyatakan bahwa penyeleggaraan Arakultura memberi ruang Ekspresi dan Dorongan Nyata bagi UMKM Arak Bali. “saya merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang untuk menampilkan produk inovatif, tetapi juga menjadi media pembelajaran dan promosi yang luar biasa bagi kami sebagai pelaku UMKM” ungkapnya dengan penuh semangat.
Salah satu dewan juri Arakultura mengungkapkan rasa bangganya akan kuatnya semangat inovasi yang ditunjukan oleh UMKM. “Sebagai salah satu juri dalam Arakultura – Arak Creativity Competition, saya merasa bangga sekaligus terinspirasi melihat betapa kuatnya semangat inovasi yang ditunjukkan oleh para peserta. Tidak hanya sekadar menampilkan produk arak, mereka menghadirkan cerita, identitas, dan gagasan kreatif yang merepresentasikan wajah baru arak Bali dalam dunia usaha dan budaya” pungkasnya. LAN





