BaliEkonomiPendidikan

Inkubator Pemerintah Provinsi Bali Dorong Usaha Berdampak Melalui Workshop “Market Ready: Validasi, Pendanaan, Ekspansi”

DENPASAR, iBaliNews.Com Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha di Bali agar siap bersaing di era digital dan berkelanjutan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali menggelar Workshop “Market Ready: Validasi, Pendanaan, Ekspansi” pada Sabtu, 4 Oktober 2025, di Ruang Rapat Melati, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Jl. WR. Supratman No. 71, Denpasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inkubasi Usaha “Matangi Bhumi Lestari” yang dilaksanakan oleh Inkubator Bisnis Pemerintah Provinsi Bali (Bali Entrepreneur Collaborator) berkolaborasi dengan New Energy Nexus Indonesia. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem wirausaha muda Bali yang berdaya saing, inovatif, serta memiliki orientasi terhadap keberlanjutan lingkungan (green business).

Tiga Materi Utama: Validasi, Pendanaan, dan Ekspansi Pasar

Workshop menghadirkan tiga narasumber berpengalaman yang memaparkan strategi kunci agar pelaku usaha lebih siap menembus pasar nasional maupun global, yaitu:

Baca Juga:  Ny. Putri Koster Luncurkan Website Dekranasda Bali, Dorong Promosi Kerajinan Lokal Lewat Platform Digital

1. Ni Putu Putri Ayu Wijayanthi

Dosen ITB STIKOM Bali, Praktisi Digital Marketing dan UI/UX Designer


Membawakan materi “Akses Pasar & Strategi Penjualan (Online & Offline)”, Putri Ayu mengajak peserta memahami konsep dasar startup readiness melalui pendekatan 4C Diamond (Company, Customer, Competitor, Change) dan analisis SWOT.
Ia juga menekankan pentingnya riset pasar, branding, dan customer persona dalam membangun bisnis yang mampu beradaptasi terhadap perubahan tren digital.

“Marketing bukan sekadar promosi di media sosial. Ia adalah proses memahami masalah konsumen dan memberikan solusi terbaik melalui produk kita,” jelasnya.

Selain itu, ia memperkenalkan konsep “Burn Rate” dan strategi pertumbuhan cepat pada startup, serta bagaimana pelaku UMKM dapat meniru cara berpikir entrepreneurial tanpa harus mengorbankan stabilitas usaha.

2. I Gusti Agung Prabandari Tri Putri

Pakar Keuangan dan Konsultan UMKM


Dalam sesi “Perencanaan Keuangan & Strategi Pendanaan Tahap Awal”, Agung Prabandari menyoroti pentingnya manajemen arus kas, strategi bootstrapping, hingga cara mengakses pendanaan alternatif seperti inkubator, investor, atau program pemerintah.

Baca Juga:  Gunakan Plastik Sekali Pakai, UMKM Di Luar Taman Budaya Terjaring Sidak Tim Gabungan


Peserta diberikan simulasi penyusunan business model canvas, perencanaan keuangan sederhana, serta strategi menjaga keberlanjutan finansial usaha.

“Pendanaan bukan hanya tentang mencari modal, tetapi juga tentang menyiapkan usaha agar dipercaya investor,” ungkapnya.

3. Ida Bagus Ardhi Putra, S.Kom., M.Pd.

Kepala Inkubator Bisnis Primakara University dan Trainer UMKM


Membawakan sesi “Validasi Pasar & Riset Pelanggan”, Gus Ardhi menekankan pentingnya market validation sebelum produk diluncurkan ke publik.
Melalui metode MVP Loop (Learn – Build – Measure), peserta diajak memahami empat langkah utama validasi pasar:

  1. Membuat Asumsi Bisnis – siapa target pasar dan masalah yang dihadapi;
  2. Membuat Rencana Pengujian – dengan survei, wawancara, atau uji coba produk;
  3. Mencari Partisipan Riset – melibatkan pengguna nyata agar hasil validasi akurat;
  4. Menganalisis dan Meninjau Eksperimen – menentukan apakah produk layak dipertahankan atau disesuaikan.
Baca Juga:  Menkes Tegaskan Uji Coba Vaksin TBC Di Indonesia Sesuai Protokol

“Produk yang sukses bukan yang bagus menurut asumsi kita, tapi yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar,” tegasnya.

Mendukung UMKM Hijau dan Ekonomi Berkelanjutan

Workshop ini diikuti oleh 25 tenant UMKM binaan Inkubator Bisnis Bali, yang bergerak di berbagai bidang, seperti produk daur ulang, energi terbarukan, kerajinan lokal, hingga kuliner sehat.

I Putu Gatot Adiprana Selaku Manager Inkubator Pemerintah Provinsi Bali , menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Bali sebagai pusat wirausaha kreatif dan berkelanjutan.

“Kami ingin pelaku usaha Bali bukan hanya kreatif, tapi juga tangguh, adaptif, dan berbasis data serta riset pasar,” ujarnya.

Editor : Adi Purnama

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *