Inbis Pemerintah Provinsi Bali Dorong UMKM Hijau Melalui Workshop “Green Pitch, Great Impact”
DENPASAR, iBaliNews.Com – Dalam upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di pasar modern dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali melalui Lembaga inkubatornya menyelenggarakan kegiatan Workshop “Green Pitch, Great Impact” pada Kamis, 16 Oktober 2025 di Ruang Rapat Melati, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Jl. WR. Supratman No. 71, Denpasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inkubasi Usaha “Matangi Bhumi Lestari”, yang diinisiasi oleh Inkubator Bisnis Pemerintah Provinsi Bali (Bali Entrepreneur Collaborator) bekerja sama dengan New Energy Nexus Indonesia. Program ini bertujuan membangun ekosistem wirausaha Bali yang kreatif, adaptif, serta berorientasi pada nilai-nilai green business dan ekonomi sirkular.
Kreativitas dan Keberlanjutan Jadi Fokus Utama
Workshop ini diikuti oleh 25 tenant UMKM binaan Inkubator Bisnis Pemerintah Provinsi Bali, yang berasal dari beragam sektor seperti daur ulang plastik, energi terbarukan, produk kulit ramah lingkungan, hingga inovasi digital berbasis lingkungan.
Dua narasumber muda dihadirkan untuk membekali peserta agar siap mempresentasikan ide usaha berkelanjutan kepada investor dan publik.
1. Putu Soma Roland – Co-Founder Magi Farm
Dalam sesi “Strategi Storytelling & Pitch Deck”, ia membagikan teknik bagaimana pelaku usaha dapat menyampaikan ide bisnis secara menarik, padat, dan berdampak.
Melalui contoh-contoh nyata dari startup dan UMKM lokal, ia menjelaskan bahwa pitching yang baik bukan hanya menjual produk, tetapi juga menanamkan makna dan nilai sosial di baliknya.
“Pitching adalah seni bercerita. Cerita yang kuat dapat menghubungkan bisnis kita dengan emosi dan kepercayaan audiens,” ujarnya.

Peserta dilatih untuk menyusun pitch deck yang efektif, menggabungkan aspek market problem, solusi inovatif, model bisnis, hingga dampak sosial dan lingkungan dari usaha mereka.
2. Alfina Febrilia – CEO Griya Luhu
Melanjutkan sesi berikutnya, Alfina membawakan materi “Sustainability & Circular Economy”
Ia menjelaskan bahwa keberlanjutan (sustainability) merupakan tujuan besar yang hanya dapat dicapai melalui penerapan ekonomi sirkular, sistem produksi dan konsumsi yang memastikan sumber daya terus digunakan, didaur ulang, dan bernilai tambah.
“Kalau sustainability adalah tujuan, maka circular economy adalah cara mencapainya,” ungkapnya.
Dalam pemaparannya, Alfina memperkenalkan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Recover, Repair) sebagai dasar praktik bisnis berkelanjutan. Ia juga menguraikan berbagai peluang usaha hijau, antara lain:
- Upcycling & Waste-to-Product: mengubah limbah menjadi produk baru bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, furnitur, atau aksesori.
- Renewable Energy & Sharing Economy: mengembangkan bisnis energi terbarukan dan sistem berbagi sumber daya untuk efisiensi.
- Eco-Innovation: menciptakan produk berbasis biomaterial, seperti bioplastik dari rumput laut atau tekstil dari serat bambu.

Alfina menegaskan bahwa pelaku UMKM Bali memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari rantai ekonomi hijau global, karena Bali dikenal dengan nilai-nilai lokal yang menghargai keseimbangan alam (Tri Hita Karana).
“Bisnis hijau bukan sekadar tren, melainkan investasi masa depan. UMKM Bali dapat menjadi pelopor ekonomi sirkular di Indonesia,” tuturnya.
Bali Menuju Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan
Kegiatan Green Pitch, Great Impact menjadi bagian penting dari tahapan inkubasi “Matangi Bhumi Lestari”, yang membantu peserta menyiapkan pitching ide bisnis hijau mereka kepada calon mitra strategis. Melalui pendampingan ini, diharapkan para pelaku usaha mampu menumbuhkan inovasi yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
I Putu Gatot Adiprana Manager Inbis Pemprov Bali menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong Bali sebagai pusat wirausaha hijau dan inovatif.“Kami berkomitmen membentuk pelaku usaha yang tidak hanya kreatif dan mandiri, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan Bali yang berkelanjutan,” tegasnya.
Editor : Adi Purnama





