Bali

Bali International Fashion Festival 2025: Pesona Budaya dan Tren Mode Dunia di Pulau Dewata

BADUNG, iBaliNews.Com –  Pulau Dewata bersiap menjadi pusat perhatian dunia mode dengan hadirnya Bali International Fashion Festival (BIFF) Vol. 2 – 2025, sebuah perayaan prestisius yang memadukan keanggunan fashion global, kekayaan budaya lokal, dan semangat kreativitas tanpa batas. Acara ini berlangsung pada 24 Agustus 2025 di Pullman Bali Legian Beach, menghadirkan deretan desainer ternama, model internasional, dan pelaku industri kreatif dari berbagai belahan dunia.

Mengusung tema “Harmony in Diversity”, BIFF Vol. 2 – 2025 memiliki tujuan menjaga keselarasan dalam keberagaman yang dimana merupakan gagasan bahwa perbedaan antara individu atau kelompok bukannlah penghalang, tetapi justru bisa menjadi kekuatan ketika diiringi sikap saling menghargai dan bekerjasama, harapan Inilah yang dimunculkankan oleh Founder BIFF Ibu Lenny Hartono, di mana berbagai perbedaan, seperti suku, agama, budaya, dan latar belakang lainnya, hidup berdampingan secara harmonis dan damai. 

Ungkapan ini menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan meskipun ada perbedaan yang dikonsepkan dalam sebuah fashion show dari berbagai latar belakang budaya tidak hanya dari para designer dari berbagai negara tetapi juga model yang ikut juga berasal dari berbagai negara.

Baca Juga:  Pemkab Klungkung Gelar Aksi Bersih Sampah Plastik di Pantai Segara dan Banjar Bias

Founder Bali International Fashion Festival yang juga Desainer ternama di Bali Lenny Hartono mengatakan jika event tahun ini jauh lebih berbeda dengan event BIFF sebelumnya dimana lebih banyak melibatkan desainer internasional dan desainer lokal yang sudah sangat berpengalaman dengan brand sudah dikenal secara internasional, tidak hanya itu pada BIFF kali ini juga memberi ruang inklusif dan membuka peluang pasar kreatif yang lebih besar dengan melibatkan mulai dări generasi muda sampai dengan senior tidak hanya desainer tetapi juga model yang terlibat.

Perlu dicatat terpenting bahwa “Harmony in Diversity” tidak berarti menghilangkan perbedaan, tetapi justru merayakan dan memanfaatkan perbedaan tersebut untuk menciptakan masyarakat yang lebih kaya dan kuat serta kreatifitas tingkat tinggi dari para desainer untuk memperkenalkan kekayaan budaya tidak hanya Indonesia tetapi juga dari berbagai negara yang ikut dalam event BIFF Vol. 2 – 2025.

Baca Juga:  Tim Mahasiswa Internasional Berkumpul di Bali untuk Kompetisi Young AgroEcoVisionary

Sebagai tuan rumah, Pullman Bali Legian Beach, bagian dari jaringan Accor Hotels,  menjadi panggung yang mempertemukan kreativitas dunia dengan pesona Bali. Berlokasi strategis di antara Pantai Kuta dan Legian, beachfront resort ini menawarkan fasilitas berkelas internasional yang selaras dengan ajang bergengsi seperti BIFF. General Manager Pullman Bali Legian Beach – Ravi Khubchandani menegaskan, “Menjadi tuan rumah BIFF bukan sekadar menyediakan venue, melainkan merangkul kreativitas, keberagaman, dan pertukaran budaya. Kami ingin menghadirkan momen inspiratif yang menyatukan orang dari berbagai belahan dunia.” Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan visi Pullman dalam memadukan gaya hidup, seni, dan budaya, serta memperkuat posisi Bali sebagai destinasi fashion, budaya, dan seni bertaraf internasional.

Salah satu event festival fashion terbesar di Bali ini akan menampilkan fashion show spektakuler dari berbagai daerah di Indonesia termasuk manca negara dengan kreatifitas dari para desainer, sehingga bisa membuka peluang kolaborasi internasional. 

Baca Juga:  Pulman Bali Legian Beach Hadirkan Rangkaian Pengalaman Perayaan Akhir Tahun Melalui The Galactic Voyage 2025

Dimana Bali tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budayanya, tetapi juga sebagai destinasi kreatif dunia. Dan melalui BIFF, akan menjembatani industri fashion global dengan nilai-nilai kearifan lokal.

Desainer yang ikut dalam Bali International Fashion Festival Vol. 2 – 2025 diantaranya untuk sesi 1: Athan Siahaan (Jakarta), Rifa, Faizal, Fanny IFP (Jakarta), Uchiqu (Malang, Omah Jahit by Andini (Malang), M Rizky J (Palanka Raya), purwakanthi.co by Adi Sufrianto (Surabaya), Andy Sugix (Malang), Restu Pratiwi (Jakarta), DS. Devi Santi (Bali), Naeos by Boy Barja (Malang), Heny Juliana (Lombok), Ari EP Art (Bali), Frankie Lou (Bali), R3TTE by Tianita (Banyuwangi), Lenny Hartono (Bali), kemudian sesi 2: Alcavella (Jakarta), Regina Salsabila (Jakarta), Anuar Faizal (Malaysia), Ali Charisma (Bali), Lytha Gallery (Timor Leste), Lovitalia (Italy), Ivan Tran (Vietnam), Sonny Muchlison (Jakarta), Dejong (Bali), Elice Seymour (Bali), BIASA (Bali,Italy). *Del

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *