24 Tahun Paradise Indonesia, Luncurkan Future Maker Untuk Perluas Kesempatan Belajar
JAKARTA, iBaliNews.Com – PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia; IDX: INPP) menandai ulang tahun ke-24 dengan meluncurkan Future Maker, inisiatif keberlanjutan sosial di bawah kampanye #BuildingTomorrow dengan pembangunan sekolah pendidikan dasar. Program ini menghubungkan dukungan pembangunan fasilitas belajar, pendampingan sekolah, dan partisipasi karyawan untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak.
Peluncuran ini melanjutkan perjalanan Paradise Indonesia dalam mengembangkan bisnis perhotelan, komersial, dan apartemen dengan memperluas kontribusi bagi komunitas di sekitar wilayah operasinya. Melalui Future Maker, perusahaan menyiapkan kerangka kolaborasi lintas unit bisnis agar dukungan sosial dapat berlangsung lebih terarah, berkesinambungan, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.. Pendekatannya menghormati kebutuhan individual siswa dengan semangat Different Needs. Same Dignity. One Future.
Langkah awal program dilakukan melalui kemitraan dengan Happy Hearts Indonesia untuk mendukung pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Mulia Pasir Meong di Kabupaten Bandung. Dukungan diarahkan pada penyediaan lingkungan belajar yang lebih layak dan pendampingan yang memperhatikan kebutuhan individual siswa, dengan melibatkan guru serta orang tua.
“Selama 24 tahun, Paradise Indonesia tumbuh bersama dedikasi karyawan dan dukungan para pemangku kepentingan. Future Maker menjadi langkah kami untuk memperluas kontribusi tersebut melalui pendidikan. Kami ingin menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak sekaligus membangun hubungan jangka panjang dengan komunitas tempat kami beroperasi,” ujar Anthony P Susilo.
Kolaborasi lintas unit bisnis untuk pendampingan pendidikan berkelanjutan
Setelah membangun fondasi program pada 2026, Paradise Indonesia merencanakan perluasan keterlibatan unit bisnis di delapan kota pada 2027. Kegiatan akan diselaraskan dengan kebutuhan sekolah, masukan mitra, serta kesiapan masing-masing unit. Perusahaan juga mengarahkan pengukuran dampak secara terintegrasi untuk mendukung evaluasi dan keberlanjutan program.
Melalui Paradisers Employee Volunteer Program, karyawan dapat berpartisipasi sesuai waktu dan keterampilan yang dimiliki, antara lain dengan membuat sumber belajar, berbagi keterampilan, mendukung fasilitas, dan mendampingi kegiatan siswa. Rencana kegiatan 2027 mencakup permainan sensorik, olahraga edukatif, kegiatan bersama orang tua, berbagi keterampilan dengan guru, bercerita, serta kelas seni dan budaya.
“Kami mengajak karyawan di seluruh unit bisnis untuk mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten, kerja sama lintas unit, serta kesediaan mendengarkan kebutuhan sekolah akan menjadi kekuatan Future Maker. Dengan pendekatan ini, setiap kontribusi dapat menjadi bagian dari pendampingan yang berkelanjutan,” ujar Andri Hadi, Presiden Direktur Paradise Indonesia.
Rencana kontribusi unit bisnis antara lain mencakup kegiatan seni, menanam, dan partisipasi pengunjung di 23 Paskal Shopping Center, Bandung. Di Batam, rancangan program memadukan edukasi gizi dan aktivitas fisik dengan penghijauan sekolah, pemilahan sampah, serta komposting. Rincian pelaksanaan akan disesuaikan bersama mitra dan komunitas penerima manfaat.
Dari Limbah Plastik Menjadi Pendidikan Berkualitas
Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya, dan 58% di antaranya tidak terkelola dengan baik. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai penyumbang polusi plastik terbesar kedua di dunia, dengan produksi sekitar 24.500 ton sampah plastik per hari.
Pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Mulia direncanakan menggunakan blok berbahan plastik daur ulang berkualitas tinggi dan lingkungan belajar yang aman bagi anak-anak, sekaligus memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan. Sehingga dengan pembangunan sekolah ini Paradise Indonesia turut berkontribusi aktif dalam pengurangan 2-4 ton sampah plastik sekaligus menurunkan emisi karbon hingga sekitar 10 ton. Pendekatan ini menghubungkan penyediaan fasilitas pendidikan dengan pemanfaatan kembali material, sekaligus memperkenalkan nilai kepedulian lingkungan kepada komunitas sekolah.
Semangat tersebut akan dilanjutkan melalui pembelajaran pengelolaan sampah, antara lain pemilahan, penggunaan kembali, serta kegiatan sederhana seperti komposting dan berkebun. Bentuk kegiatan akan disesuaikan bersama guru agar dapat diikuti sesuai kebutuhan dan kemampuan siswa.
Future Maker mengusung semangat “Building Tomorrow Together”, dengan menempatkan kolaborasi sebagai dasar pelaksanaan program. Masukan pihak sekolah dan orang tua menjadi bagian penting agar dukungan yang diberikan relevan dengan keseharian siswa.
“Melalui Future Maker, Paradise Indonesia mengintegrasikan pembangunan sekolah dengan implementasi ESG berkelanjutan. Penggunaan blok plastik daur ulang di SLB Budi Mulia, Cililin, Kabupaten Bandung, diproyeksikan mengurangi 2–4 ton sampah plastik dan menurunkan emisi karbon sekitar 10 ton, sekaligus menghadirkan ruang belajar yang aman dan inklusif.” ungkap Siti Utami, Chief Corporate Communication Paradise Indonesia. (Ril / iB1)



