Teknologi

Pasar Malam “Enlightened Bali” Digelar Agustus 2026, Hadirkan Pengalaman Imersif dan Penuh Interaksi

GIANYAR, iBaliNews.Com – Festival Cahaya (Englightened Bali) akan kembali hadir di Bali. Enlightened Bali hadir sebagai festival empat hari yang merayakan seni, sains, budaya, dan masa depan pencahayaan (lighting). 

Mengusung tema “Pasar Malam”, festival ini menghadirkan pengalaman imersif yang mempertemukan desainer, arsitek, seniman, brand, kreator, mahasiswa, hingga komunitas pencinta lighting dalam satu ruang kolaboratif yang hidup dan penuh interaksi.

Terinspirasi dari budaya pasar malam di Indonesia sebagai ruang berkumpul, berekspresi, dan berinteraksi, “Enlightened Bali 2026” mengubah festival menjadi sebuah pengalaman sosial yang menyatukan edukasi, budaya, hiburan, dan eksplorasi cahaya dalam suasana malam yang hangat dan penuh makna.

Baca Juga:  Pemkab Klungkung Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Agung Blambangan

Diva Anandria , Founder & Direktur Studio Sensar, Creative Head of E8 sekaligus sebagai Ketua Panitia menyampaikan Englightened Bali tahun ini akan berlangsung pada 13–16 Agustus 2026 di Big Garden Corner, Sanur.

“Ini adalah penyelenggaraan yang kali kedua. Ini bagus banget untuk teman-teman arsitek, interior desainer, hotelier, developer yang mau tau tentang pembangunan” Ujar Diva usai Press Conference di Masa Masa Ketewel Gianyar (Kamis, 21/05/2026).

Lebih lanjut Diva menyampaikan narasumber yang akan hadir nantinya yakni pembicara internasional dari UK, Jepang, Singapore, Australia dan profesional lighting dari dalam dan luar negeri. Acara tersebut juga akan diikuti 20 exhibiter dengan beragam tiket pilihan, mulai dari tiket seminar, tiket pasar  malam hingga tiket khusus pelajar.

Baca Juga:  Bupati Badung Tandatangani Kerjasama PSEL, Sampah Dikelola Jadi Energi Listrik

“Jadi ini sangat penting buat mereka pelaku industri pembangunan untuk hadir diacara ini” ujarnya lagi.

Melalui penyelenggaraan Englightened Bali  ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat kreativitas yang menghubungkan seni, teknologi dan inovasi masa depan. 

Hadir dalam press conference yakni Robby Permana Mannas , Direktur Dua Lighting, Co Founder of E8, Abdi Ahsan , Founder & Direktur Lumina Group & Light Talk ID, Founder of E8 dan Diva Anandria , Founder & Direktur Studio Sensar, Creative Head of E8.

Baca Juga:  Gubernur Koster dan Menteri PPN Rumuskan Percepatan Pembangunan Bali mulai 2026

Lighting Bukan Sekedar Pencahayaan

Pencahayaan (Lighting) ternyata bukan hanya sekedar pencahayaan. Namun dibalik itu terdapat dampak besar terhadap kehidupan manusia. “Lighting memiliki hubungan yang erat dengan psikologi dan fisiologi manusia. Cara kita mengatur pencahayaan di rumah, misalnya, dapat memengaruhi kualitas hidup,” jelas Diva.

Ditambahkanya bahwa pencahayaan yang tidak tepat dapat mengganggu ritme biologis tubuh, termasuk mepengaruhi produksi hormon. “ketika ruangan terlalu terang pada malam hari, tubuh bisa menganggap situasi masih siang sehingga hormon tidur atau melatonin tidak diproduksi secara optimal. Sebaliknya tubuh memproduksi hormon kortisol yang membuat seseorang sulit beristirahat,” tambahnya.*

Editor : Delan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *