NewsPeristiwa

BMKG Ungkap Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem di Bali

BADUNG, iBaliNews.Com –  Prakirawan cuaca BMKG Wilayah III Putu Pradiatama mengungkapkan penyebab terjadinya hujan disertai angin kencang pada selasa 20 januari 2026 malam.

Ia membeberkan faktor aktifnya monsun Asia disertai terbentuknya pola pertemuan angin (konvergensi) dan kelembapan Udara yang basah hingga lapisan 200 mb sehingga mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif dan angin kencang menjadi pemicu terjadinya hujan ekstrem disejumlah wilayah Bali. 

Baca Juga:  Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026

“Sebagian besar wilayah Bali sudah memasuki puncak musim hujan”, ujarnya, Rabu (21/1/2026) di Badung.

Ia juga menyebutkan, hampir disebagian besar wilayah Bali, terjadi kondisi hujan disertai angin kemarin.

“Sebagian wilayah Bali terjadi kondisi ini (hujan disertai angin), sedangkan untuk kecepatan angin semalam tercatat di Stasiun Meteorologi Ngurah Rai sebesar 38 knot (70,3 km/jam) untuk wilayah Bali bagian selatan”, paparnya.

Baca Juga:  Rakor Teknis HKG PKK 2026, Ketua TP PKK Bali Tekankan Sinergi dan Kualitas Pelaksanaan

Lanjutnya, kondisi kecapat angin yang terjadi kemarin dapat dikategorikan kecang.

“Kecepatan angin mencapai 25 knot atau lebih sudah masuk kategori angin kencang”, ucapnya.

Ia menambahkan hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung dan Buleleng.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Desa Banjar Buleleng

“Wilayah-wilayah tersebut berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi, banjir, banjir bandang dan longsor tergantung tingkat kerawanan masing-masing wilayah”, tutupnya.

Editor : Landep

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *