Pasca Pohon Tumbang, Penggelola Tutup Sementara Objek Wisata Sangeh
BADUNG, iBaliNews.Com – Musibah mengejutkan melanda Daya Tarik Wisata Sangeh, Badung, setelah angin kencang yang datang tiba-tiba merobohkan beberapa pohon pala di kawasan hutan Sangeh.
Sejumlah bangunan rdi sekitar Pura Bukit Sari ikut tertimpa pada Rabu,(3/12/2025.
Dalam musibah ini, seorang pemandu wisata tewas di lokasi, sementara satu pegawai lainnya mengalami patah tulang.
Atas peristiwa itu, pihak pengelola langsung menutup seluruh area wisata untuk sementara waktu.
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 Wita, ketika cuaca yang awalnya hujan ringan berubah menjadi hujan deras.
Tidak lama kemudian, angin kuat meluncur deras dari ketinggian dan menghantam kawasan hutan pala, menyebabkan beberapa pohon besar patah dan tumbang.
Akibatnya, sejumlah bangunan di Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala mengalami kerusakan parah. Total 12 bangunan rusak, termasuk Balegong dan tembok penyengker Pura Pucaksari.
Ketua Pengelola Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan menyampaikan, kejadian berlangsung sangat cepat.
Sebelumnya, wisatawan sudah dievakuasi keluar area dalam karena hujan mulai deras. Namun beberapa petugas masih berada di dalam untuk memastikan tidak ada wisatawan yang tertinggal.
Saat angin menerjang, Balegong roboh dan menimpa dua petugas.Satu petugas meninggal dunia, sementara satu lainnya mengalami patah tulang.
“Sebagai langkah antisipasi, ke depan pengelola akan melarang wisatawan memasuki area dalam saat hujan deras untuk mencegah kejadian serupa”, ujarnya, Kamis,(4/12/2025) di Sangeh, Badung.
Ia mengatakan, Musibah ini merenggut nyawa IBNS (51), pemandu wisata, serta menyebabkan pegawai DTW berinisial INR (47) mengalami patah tangan kiri.
“Dua petugas lain berhasil menyelamatkan diri”, imbuhnya.
Pengelola memutuskan menutup Sangeh Monkey Forest selama satu minggu untuk pembersihan, pemulihan akses, dan pengecekan keamanan bangunan.
“Hingga kini, proses pembersihan masih berlangsung, dan pengelola menargetkan seluruh perbaikan dapat selesai dalam satu minggu agar operasional wisata bisa kembali normal”, tutup Pujawan.
Editor : Delan





