Bali

Unik, Bupati Jembrana Hiasi Rumah Dinas Dengan Pohon Kakao

JEMBRANA, iBaliNews.Com – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menunjukkan kepedulian dan komitmennya terhadap para petani kakao di Jembrana dengan cara yang unik dan inspiratif. Dalam rangka kegiatan Jumat Bersih, Jumat (26/7), Kembang menanam pohon kakao di halaman Rumah Jabatan Bupati. Langkah ini menjadi simbol penghormatan kepada para petani kakao serta sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap salah satu komoditas unggulan daerah.

Berbeda dari rumah jabatan kepala daerah pada umumnya yang lebih banyak dihiasi tanaman hias, Rumah Jabatan Bupati Jembrana kini mulai ditanami pohon kakao, tanaman yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani Bumi Mekepung di atas Tanah Jegog ini.

Baca Juga:  Nuanu Menjadi Arena Laga Dalam Gerakan Melawan Kanker Bersama Germ Cell

“Kemarin saya menanam pohon kakao di Rumah Jabatan, tujuannya memberikan penghormatan kepada para petani kakao sekaligus sebagai wahana edukasi dan promosi tentang kakao kepada para tamu yang berkunjung. Ini bukan sekadar tanam pohon, tapi tanam harapan karena kakao adalah salah satu komoditas unggulan Jembrana yang bernilai tinggi,” ujar Kembang Hartawan dengan penuh semangat.

Langkah ini juga akan diterapkannya di Halaman depan kantor bupati Jembrana . Usai senam pagi bersama wabup Patriana Krisna dan beberapa pimpinan OPD, Bupati Kembang menggali lubang untuk disiapkan sebagai areal penanaman Kakao. 

Baca Juga:  Bupati Jembrana Wajibkan  Tiap ASN Miliki "Teba Modern"

Penanaman pohon kakao ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan yang lebih luas untuk menjadikan kakao sebagai identitas kebanggaan daerah.  Hal ini diharapkan dapat memperkuat citra kakao sebagai ikon pertanian lokal yang layak dibanggakan.

Kabupaten Jembrana sendiri dikenal memiliki potensi besar dalam sektor perkebunan kakao. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jembrana tahun 2024, tercatat luas tanaman kakao yang telah menghasilkan mencapai 4.500,95 hektar, dengan jumlah produksi sebesar 3.000,32 ton. Perkebunan kakao ini tersebar merata di seluruh kecamatan di wilayah Jembrana, menunjukkan bahwa komoditas ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menyatukan kehidupan sosial masyarakat pedesaan.

Baca Juga:  Scopus Camp 2025: Dosen Poltekpar Bali Tembus Jurnal Internasional Hanya Dalam Tiga Hari!

Dengan langkah simbolik ini, Bupati Kembang Hartawan ingin membangkitkan semangat kebanggaan atas potensi lokal sekaligus mengedukasi publik bahwa keberpihakan terhadap petani dapat dimulai dari tindakan sederhana namun bermakna mulai dari menanam, merawat, dan mempromosikan hasil bumi sendiri. LAN

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *